Sakit Perut Susu UHT: Kontaminasi Tidak Selalu Penyebab
Gambar atau konten salah?
Berbagai orang mengaku mengalami sakit perut setelah meminum susu UHT. Banyak yang menduga susu tersebut tidak higienis atau terkontaminasi bakteri dari pabrik.
Prof. Dr. Epi Taufik, Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, menegaskan bahwa rasa perut tidak selalu menandakan susu bermasalah. Ia menekankan pentingnya menelusuri setiap kasus secara individual.
Menurutnya, tidak bisa langsung menyimpulkan bahwa bakteri berasal dari proses UHT. Penyebabnya lebih sering muncul setelah kemasan dibuka dan susu disimpan terlalu lama.
“Bisa tadi karena infeksi bakteri. Karena susu UHT-nya sudah mulai busuk. Diminum. Artinya bakterinya sudah banyak. Tapi belum terjadi kerusakan yang nampak, katakanlah menggumpal misalnya. Berlendir belum. Tapi kandungan bakterinya sudah tinggi,” jelasnya.
Prof. Taufik menjelaskan bahwa ada perbedaan antara food infection dan food poisoning. Pada food infection, bakteri masuk ke tubuh dan memerlukan waktu untuk berkembang biak sebelum gejala muncul. Sedangkan pada food poisoning, racun sudah terbentuk di dalam susu sebelum dikonsumsi.
“Atau bakterinya sudah tinggi, dia bikin toksin. Jadi di susunya sudah ada toksin. Terus susunya kita minum. Biasanya cepat, tidak lama. Terjadi yang kita sebut food poisoning,” kata Prof. Epi.
Ia menambahkan bahwa jika bakteri masuk, biasanya ada jeda waktu yang disebut masa inkubasi. “Kalau bakteri masuk ada jeda waktu. Itu yang disebut masa inkubasi. Sampai terasa. Kalau tidak lama diminut langsung terasa, itu keracunan,” jelasnya.
Selain kerusakan susu, intoleransi laktosa juga menjadi penyebab umum. Laktosa adalah gula alami dalam susu. Ketika tubuh kekurangan enzim laktase, laktosa tidak terpecah sempurna dan difermentasi oleh bakteri us
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
