Salat Id 800 Jemaah di Lawang Sewu, Semarang Menikmati
Gambar atau konten salah?
21 Maret 2026 – Sekitar 800 peserta berkumpul di Lawang Sewu, Semarang, memulai Salat Id pada pukul 06.15 WIB. Pagi itu, orang-orang berdatangan mengenakan pakaian putih, membawa sajadah atau alas salat. Rawa pelataran dipenuhi suara doa.
Bangunan Lawang Sewu, yang dibangun pada era kolonial Belanda, menjadi latar indah bagi para jemaah. Banyak yang memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menikmati arsitektur tua sambil bersujud.
Setelah sholat selesai, peserta langsung berfoto. Beberapa pasangan, keluarga, dan anak-anak menangkapan momen di depan gedung bersejarah. Foto-foto itu menjadi bukti kebersamaan dan keindahan tempat.
“Saya datang bersama ibu dan adik perempuan saya, ini pertama kalinya saya sholat Id di Lawang Sewu,” ungkap Dinda, 26 tahun, asal Semarang Selatan. Ia memilih tempat ini untuk mencoba suasana baru setelah tahun-tahun sebelumnya di Simpang Lima. Selain sholat, ia juga berencana memotret di tempat ini.
Eni, 60 tahun, berasal dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah, menegaskan bahwa ini juga pertama kalinya ia berpartisipasi di Lawang Sewu. Ia menghargai kebersihan area Simpang Lima, menolong mengumpulkan sampah yang tersisa. Ia membawa keluarga besar dan beberapa kerabat dari Jakarta.
Riesta Junianti, Corporate Branding & Communication di KAI Wisata, menjelaskan bahwa ini adalah acara kedua kali di Lawang Sewu. Ia menekankan antusiasme masyarakat tinggi, dengan lebih dari 800 jemaah. Tidak ada biaya masuk, dan gedung dibuka dari pukul 11.00 hingga 23.00. Lawang Sewu tidak hanya dijadikan objek wisata, tetapi juga tempat ibadah bagi komunitas.
Ringkasnya, acara Salat Id di Lawang Sewu menunjukkan bagaimana tempat bersejarah dapat dipakai untuk kegiatan keagamaan sekaligus mempererat hubungan antarwarga. Event ini menegaskan peran Lawang Sewu sebagai simbol kebersamaan dan warisan budaya bagi masyarakat Semarang.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
