Sampah di Sungai Cikapundung Terhambat Aliran, Risiko Banjir

Rudi H. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Sampah di Sungai Cikapundung Terhambat Aliran, Risiko Banjir

Gambar atau konten salah?

Selasa, 02 Juni 2026 di Kabupaten Bandung, tumpukan sampah menumpuk di Sungai Cikapundung tepat di Jembatan Cipurut, perbatasan antara Kecamatan Bojongsoang dan Dayeuhkolot. Sampah tersebut menghambat aliran sungai, sehingga air tidak mengalir deras dan belum mencapai kondisi pasang.

Wadah sampah didominasi oleh plastik, styrofoam, karpet, dan kayu. Beberapa potongan sampah terjerat di besi‑besi penyangga bawah jembatan, menambah risiko air sungai meluap ke permukiman di sekitarnya.

“Ini sampah dari dua minggu yang lalu lah pas air lagi naik‑naiknya. Terus banjir aja ke jalan yang masuknya ke Bojongsoang,” ujar warga sekitar, Sumarna Aminudin (43), saat ditemui di lokasi.

Sumarna menilai sampah tersebut kemungkinan berasal dari Kota Bandung. Menurutnya, warga di daerah tersebut tidak membuang sampah ke Sungai Cikapundung. “Jadi yang saya tahu sampah itu mah kiriman dari Kota Bandung. Soalnya ini kan sungai Cikapundung alirannya dari Kota juga kan,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa aliran sungai sering meluap ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Sampah yang ada di sungai pun kadang meluber hingga ke jalan dan permukiman warga. “Apalagi daerah sini juga kan suka jadi langganan banjir di Jalan Bojongsoangnya. Kadang air juga masuk ke area yang jalan Dayeuhkolot‑nya,” tambahnya.

Sumarna mengaku bahwa tumpukan sampah tidak menimbulkan bau yang menyengat. “Ini mah sampahnya engga terlalu bau sih. Soalnya isinya kebanyakan kayanya sampah plastik, dan kayu‑kayu gitu lah,” ucapnya.

Ia menyebutkan bahwa penumpukan sampah di aliran sungai tersebut sudah terjadi beberapa kali. Biasanya, sampah‑sampah itu akan diangkut oleh pemerintah daerah setempat. “Biasanya kalau sudah menumpuk banyak, suka diangkut sama dinas terkait. Tapi sampai sekarang belum dilakukan penumpukan,” ungkapnya.

Sumarna berharap sampah tersebut bisa segera diangkut agar sungai bisa mengalir dengan normal. Menurutnya, aliran sungai saat ini melambat akibat sumbatan sampah. “Kalau kepengen warga mah ya segera diangkut aja we. Soalnya khawatir kalau sudah meluapnya bisa juga ke permukiman warga,” pungkasnya.

Situasi ini menegaskan pentingnya penanganan sampah yang tepat waktu untuk mencegah banjir di daerah sekitar Sungai Cikapundung.

Sungai Cikapundungtumpukan sampahJembatan Cipurutbanjirplastikstyrofoampemerintah daerahpenanganan sampah

Komentar

Memuat komentar...