Sampah Lebaran di Bandung Menambah Beban Lingkungan Meningkat

Teguh A. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 73 dibaca
Bisik.id
Sampah Lebaran di Bandung Menambah Beban Lingkungan Meningkat

Gambar atau konten salah?

Libur Lebaran 1447 Hijriah di Kabupaten Bandung tidak hanya menambah kebersamaan, tetapi juga menimbulkan masalah lingkungan di banyak wilayah. Tumpukan sampah menumpuk di sejumlah ruas jalan utama, mengganggu kenyamanan warga dan menimbulkan bau tidak sedap.

Di 26 Maret 2026, pengamatan di beberapa titik menunjukkan sampah menumpuk di Jalan Raya Gading Tutuka, Jalan Cipeer di Desa Cingcin, Soreang, dan Jalan Lingkar Baru Sadu. Kondisi serupa juga terlihat di Jalan Raya Kopo‑Soreang, Katapang, serta Jalan Raya Banjaran. Pembuangan limbah rumah tangga, seperti plastik, styrofoam, batok kelapa, kulit jeruk, sisa sayuran, potongan buah, dan bekas makanan cepat saji, menjadi dominan. Selain merusak pemandangan, bau yang dihasilkan cukup menyengat dan mengganggu aktivitas warga yang melintas.

Abdul Wahid Fauzy, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Bandung, menjelaskan bahwa sebagian besar tumpukan tersebut berasal dari tempat pembuangan sampah (TPS) liar. Ia menambahkan, “Pihaknya sebenarnya telah berupaya memasang spanduk imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan.”

“Tapi spanduk‑spanduk itu lenyap. Tapi meski begitu, sesuai arahan Pak Bupati, selain yang reguler, kami turut mengangkut sampah dari TPS liar,” ujar Wahid saat dikonfirmasi.

Meskipun pengangkutan dilakukan setiap hari, Wahid mengakui jumlah petugas tidak sebanding dengan banyaknya oknum yang masih membuang sampah sembarangan. Ia berkata, “Iya sebenarnya kami terus mengedukasi, juga mengangkut setiap hari. Namun, petugas kami (DLH) kalah banyak ketimbang oknum yang membuang sampah ke titik itu.”

Dalam satu hari, satu unit kendaraan pengangkut mampu mengangkut sekitar 4 hingga 6 ton sampah. Namun, keberadaan TPS liar membuat tumpukan sampah kembali muncul dalam waktu singkat, bahkan hanya dalam hitungan jam setelah dibersihkan. Wahid menjelaskan, “Tumpukan sampah di TPS liar timbul tak sampai satu hari setelah pengangkutan, hitungan jam saja. Jadi gini lah gambarannya, petugas mengangkut saat pagi, ada lagi tumpukan sampah di titik sama ketika siang.”

Menurut Wahid, penanganan persoalan ini tidak bisa hanya mengandalkan DLH. Diperlukan keterlibatan lintas sektor, termasuk Satpol PP dan aparatur kewilayahan, untuk melakukan pengawasan dan penegakan aturan. Ia berharap, “Satpol PP dan aparatur kewilayahan ikut memonitor, bahkan memberlakukan penegakan aturan bagi pihak yang membuang sampah ke TPS liar, seperti pinggir jalan.”

Wahid juga mengungkapkan bahwa volume sampah meningkat signifikan selama Ramadan hingga libur Lebaran. Aktivitas masyarakat seperti berburu takjil, buka puasa bersama, hingga wisata saat libur panjang menjadi faktor utama meningkatnya timbulan sampah. Ia menambahkan, “Iya kalau situasi setelah lebaran kondisinya luar biasa. Misalnya kan masyarakat berlomba‑lomba mencari takjil, dan buka puasa bersama selama Ramadan. Timbulan sampah pun meningkat. Saat periode libur dan cuti bersama, warga berwisata, juga meningkatkan timbulan sampah.”

Peningkatan tersebut diperkirakan mencapai 30 hingga 40 persen per hari di wilayah Bandung Raya. Untuk mengatasi lonjakan ini, pihaknya berharap adanya kebijakan tambahan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait kuota pengangkutan sampah ke TPPAS Regional Sementara Sarimukti. “Kan kuota reguler pengangkutan sampah dari Kabupaten Bandung ke TPPAS Sarimukti, 280,37 ton per hari. Kami, juga daerah‑daerah lain di Bandung Raya berharap, Pemprov memberi toleransi penambahan kuota pengangkutan sampah ke TPPAS Sarimukti selepas Lebaran ini,” pungkasnya.

Situasi ini menjadi pengingat bahwa persoalan sampah tidak hanya bergantung pada sistem pengangkutan, tetapi juga pada kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan tetap bersih, terutama di momen‑momen dengan aktivitas tinggi seperti libur Lebaran. Dengan koordinasi lintas sektor dan peningkatan kesadaran masyarakat, diharapkan tumpukan sampah dapat diminimalkan, menjadikan kota Bandung lebih bersih dan nyaman bagi semua.

LebaranSampahBandungTPS liarPengangkutanSatpol PPTPPAS Sarimukti

Komentar

Memuat komentar...