Sampah Menumpuk di Bandung, TPA Sarimukti Tutup Satu Hari
Gambar atau konten salah?
Tumpukan sampah mulai terlihat di beberapa titik Kota Bandung pada hari kedua Lebaran 2026. Kondisi ini muncul setelah pengiriman sampah ke TPA Sarimukti dibatalkan pada hari Idul Fitri.
Di Jalan Tamansari, 22 Maret 2026, Tempat Penampungan Sementara (TPS) dipenuhi sampah yang belum diangkut. Kantong plastik dan limbah rumah tangga menumpuk, sebagian meluber ke pinggir jalan.
Sebuah truk pengangkut sampah terparkir di sana, namun belum mampu mengatasi volume yang terus bertambah selama libur. Empat gerobak penuh sampah berjejer di sekitarnya.
Aktivitas warga meningkat saat Lebaran, ditambah produksi sampah rumah tangga, membuat kapasitas TPS cepat penuh.
Kebijakan Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat meliburkan operasional TPA Sarimukti satu hari pada 21 Maret 2026. Dampaknya langsung terasa di lapangan.
Tanpa pengiriman ke TPA, sampah dari berbagai wilayah kota terhenti di TPS, menyebabkan penumpukan di beberapa titik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, menjelaskan bahwa TPA Sarimukti ditutup sementara satu hari saat Lebaran. “Pada hari raya nanti operasional akan off (libur) dulu karena petugas juga merayakan Lebaran. Pengiriman sampah akan berlanjut kembali setelah hari raya dengan penyesuaian jam kerja,” kata Ai, Jumat (20 Maret).
DLH mendorong pemerintah kabupaten dan kota di Bandung Raya agar tidak bergantung sepenuhnya pada TPA Sarimukti. Pengelolaan sampah di tingkat hulu diminta lebih dioptimalkan, terutama melalui pemilahan dan pengurangan sejak sumbernya. “Kami meminta pemerintah kabupaten/kota untuk lebih mengoptimalkan proses pengurangan dan pemilahan di hulu. Masyarakat juga diharapkan bertanggung jawab terhadap sampahnya sendiri melalui pengolahan di rumah,” ujarnya.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengungkapkan bahwa volume sampah meningkat hingga 20% selama Ramadan dan Lebaran. “Secara keseluruhan, volume sampah meningkat hingga 20%,” ucap Farhan beberapa waktu lalu.
“Karena itu, masyarakat akan melihat banyak TPS yang tampak penuh, namun sebenarnya sedang dalam proses pembersihan dan pengangkutan,” sambungnya. Farhan menyebutkan kondisi ini akan berlangsung hingga TPA Sarimukti kembali beroperasi.
Pemkot Bandung mengandalkan dua cara pengolahan sampah: organik dan thermal terbatas. Kapasitasnya hanya mampu mengolah sekitar 22% sampah selama dua hari. Sisanya disimpan sementara di TPS, lalu diangkut ke TPA Sarimukti setelah antrean dibuka kembali, jelasnya.
Penumpukan sampah di TPS menunjukkan bahwa kebijakan libur satu hari di TPA Sarimukti memicu lonjakan volume sampah. Peningkatan 20% dan kapasitas terbatas 22% menandakan perlunya pengelolaan hulu yang lebih baik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
