Sapi Kurban Di Desa Klepu Melarikan Diri, Dipangkas di Tegal
Gambar atau konten salah?
Di Desa Klepu, Kecamatan Ceper, Klaten, sebuah sapi kurban yang sedang disiapkan untuk disembelih tiba-tiba melarikan diri dan jatuh ke tegalan. Kejadian ini terjadi pada Rabu, 27 Mei 2026, sekitar pukul 10.00 WIB.
Warga setempat, Mukhson Huda, 64 tahun, mengingatkan bahwa sapi tersebut awalnya ditambatkan di pohon jambu. “Sapi diikat di pohon jambu. Lha yang depan belum diikat dengan kuat tapi yang belakangan ditarik,” kata Mukhson kepada saksi di lokasi.
Menurutnya, sapi itu berontak keras sampai tali di lehernya terlepas. Warga berusaha mengejar dan mengekang sapi dengan tratag—tenda rangka besi—tetapi struktur hampir ambruk. “Tratag mau katut (tertarik) ambruk. Sapi lari sejauh setengah kilometer, berputar-putar di tegalan situ sampai sapi lelah,” jelas Mukhson.
Setelah sapi berhenti, warga tidak dapat membawanya ke tempat penyembelihan di barat Masjid Baitul Muttaqin. Akhirnya, mereka memutuskan untuk mengeksekusi sapi di tegalan. “Ya akhirnya dieksekusi di situ di semak‑semak. Karena masyarakat bawa ke sini lagi sulit lalu ambil crane dari tempatnya Mas Fiki untuk angkat,” tambahnya.
Panitia kurban Masjid Al Muttaqin, yang dipimpin oleh Wahyanto, mengonfirmasi bahwa sapi tersebut menabrak tratag dan akhirnya disembelih di tegalan. “Disembelih di tegalan itu. Ya karena angkut ke sini tidak kuat akhirnya pakai crane karena warga sini kebetulan ada yang punya,” ujarnya.
Wahyanto juga menyebutkan jumlah hewan kurban: empat ekor sapi dan empat belas ekor kambing. Ia menambahkan, “Jenisnya sapi metal. Beratnya sekitar 2‑3 kuintal,”
Video yang menunjukkan sapi diangkat dengan truk crane menjadi viral di berbagai akun Facebook dan Instagram. Dalam rekaman tersebut, sapi terlihat terangkat cukup tinggi, seolah-olah terbang. “Sapi diangkat dengan truk crane cukup tinggi sehingga seperti terbang,” komentar salah satu penonton.
Peristiwa ini menyoroti tantangan logistik dalam penyelenggaraan ibadah kurban, terutama ketika hewan tidak dapat dipindahkan dengan aman. Keputusan menggunakan crane di tegalan menunjukkan improvisasi yang cepat oleh warga setempat, meski situasinya tidak ideal. Dengan empat sapi dan empat belas kambing, komunitas ini tetap berusaha memenuhi kewajiban ibadah meski menghadapi kendala tak terduga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
