Sapi Kurban Jawa Barat Naik 21% Menjelang Idul Adha 2026

Ningsih R. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 104 dibaca
Bisik.id
Sapi Kurban Jawa Barat Naik 21% Menjelang Idul Adha 2026

Gambar atau konten salah?

Lonjakan kebutuhan hewan kurban di Jawa Barat mulai terasa menjelang Iduladha 2026. Pasokan sapi diprediksi naik signifikan, namun ketergantungan pada pasokan luar masih menjadi hambatan utama.

Suprijanto, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesmavet Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat, menegaskan bahwa tren kenaikan ini bukan hal baru. Ia mengingatkan bahwa sejak 2017, kebutuhan hewan kurban di Jabar terus meningkat setiap tahunnya.

“Proyeksi kita, ada kenaikan untuk sapi itu 21 persen. Tahun lalu sekitar 100 ribuan, proyeksinya 2026 ini 120 ribuan,” ujar Suprijanto pada Senin, 4 Mei 2026.

Dengan jumlah penduduk besar, Jawa Barat menjadi pasar utama hewan kurban. Karena itu, pengawasan distribusi menjadi krusial, terutama untuk memastikan kondisi hewan tetap sehat hingga ke tangan masyarakat.

“Kami usahain semaksimal mungkin untuk pengawasan. Terutama untuk wilayah yang memang punya potensi terjadinya kasus (hewan sakit). Kita mitigasi,” tambahnya.

Permintaan domba juga diperkirakan ikut naik. Tahun ini, kebutuhan domba diproyeksikan meningkat sekitar 19 persen atau mencapai 223.800 ekor.

Namun tren berbeda terjadi pada kambing. Permintaannya justru mengalami penurunan dibanding tahun sebelumnya. “Kambing diproyeksikan turun. Sekitar 5 persen. Dari sebelumnya 63 ribuan, sekarang 60 ribuan,” ucapnya.

Di tengah lonjakan permintaan, Jawa Barat masih kesulitan memenuhi kebutuhan dan masih mengandalkan pasokan dari luar Jawa Barat. Sebagian besar sapi kurban masih didatangkan dari daerah lain seperti Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

“Sapi dari 120 ribu, proyeksi kita estimasinya itu sekitar 20‑30 persen dari dalam Jawa Barat. Nah, 70 persen memang dipasok dari luar. Itu sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu,” kata Suprijanto.

Secara keseluruhan, Jawa Barat menghadapi tantangan menyeimbangkan peningkatan permintaan hewan kurban dengan keterbatasan pasokan lokal, sehingga masih bergantung pada daerah luar untuk memenuhi kebutuhan pasar.

hewan kurbanJawa BaratIduladha 2026pasokan sapiketergantungan luarpengawasan distribusikebutuhan dombakambing

Komentar

Memuat komentar...