Sapi Raksasa Presiden Tiba di Pesantren Sukabumi Kurban

Hari W. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 66 dibaca
Bisik.id
Sapi Raksasa Presiden Tiba di Pesantren Sukabumi Kurban

Gambar atau konten salah?

Di Kota Sukabumi, Jawa Barat, sapi kurban bernama Predator telah tiba. Sapi tersebut merupakan bantuan kemasyarakatan dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Berjenis simental, sapi ini memiliki berat 1,2 ton dan diserahkan langsung ke Pondok Pesantren Miftahussa'adah, yang berlokasi di Cigunung, Kecamatan Warudoyong.

Berat yang luar biasa membuat proses penyembelihan menjadi tantangan tersendiri. Karena ukurannya yang tidak biasa, dibutuhkan tenaga ekstra dan penanganan khusus agar sapi dapat dilumpuhkan tanpa menimbulkan risiko bagi warga sekitar. Di lokasi, petugas jagal berjumlah tiga orang dibantu oleh tujuh santri. Mereka memegang tali tambang yang mengikat bagian kaki sapi, mempersiapkan langkah selanjutnya.

“Kita serahkan aja sama yang profesional. Saya yakin insyaallah lancar. Kita sudah siapin juga tim profesionalnya nanti untuk penyembelihan,” ujar Pimpinan Pondok Pesantren Miftahussa'adah, H Ismatullah saat ditemui di lokasi pada Minggu, 14 Juni 2026.

Teknik pengikatan tali pun harus diperhitungkan dengan matang agar sapi tidak stres dan mengamuk. “Karena ini sapinya besar ya, pengerjaannya harus hati‑hati,” tambahnya. Pihak pondok pesantren mengaku bersyukur dan bangga atas kepercayaan yang diberikan oleh Presiden. “Kami dari pihak pondok pesantren terima kasih banyak kepada Pak Presiden yang sudah memberikan bantuan sapi kurban buat warga kota. Ini sebuah kebanggaan bagi kami dipercaya oleh beliau untuk melaksanakan kurban sapi dari bantuan beliau,” tuturnya.

H Ismatullah menjelaskan bahwa daging dari sapi kurban milik Prabowo akan diprioritaskan bagi warga di sekitar pondok pesantren. Dari total berat 1,2 ton, sapi tersebut diperkirakan akan menghasilkan sekitar 600 kilogram daging bersih. Pihak ponpes telah mendata sekitar 1.000 calon penerima. Jika daging dari sapi Prabowo masih kurang, pesantren akan mengombinasikannya dengan hewan kurban milik pesantren lainnya. Di luar sapi presiden, Ponpes Miftahussa'adah juga menyembelih lima ekor sapi rutin dan beberapa ekor kambing.

“Kita prioritaskan warga sekitarlah, karena warga sekitar mungkin sudah mendengar (ada sapi presiden), pasti kita bagi untuk warga sekitar. Untuk santri amanlah dari sapi yang lain. Insyaallah untuk warga ini kita fokuskan,” jelas H Ismatullah. “Perkiraan keluar daging sekitar 600 kilo. Rencana kita bikin 1.000 kantong. Kekurangannya mungkin nanti kita tambah dengan sapi dari ponpes, karena warga di sekitar kami ya kisaran di angka 1.000 ke atas,” sambungnya.

Sementara itu, Wali Kota Sukabumi, Ayep Zaki, menyatakan bahwa dirinya telah memonitor langsung proses serah terima sapi kurban dari Prabowo Subianto kepada pimpinan Ponpes Miftahussa'adah. Ayep Zaki memastikan bahwa kondisi sapi tersebut dalam keadaan prima dan sehat total karena telah melewati pengawasan ketat dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi sejak beberapa minggu lalu.

“Dalam kondisi sehat dan dikawal oleh dokter ternak, dokter hewan dari DKP3 Kota Sukabumi. Dari mulai beberapa minggu yang lalu sudah kita kawal, terutama kesehatannya. Jadi ini dijamin hewan kurban dari Presiden Prabowo ini dalam kondisi yang sehat total beratnya 1,2 ton,” tegas Ayep Zaki. Ia menambahkan, selain sapi milik Prabowo, tahun ini Kota Sukabumi juga menerima bantuan kurban berukuran besar sebanyak tujuh ekor dengan total berat 6,7 ton yang ditempatkan di Babakan Jampang, Kecamatan Cikole.

Secara keseluruhan, hewan kurban yang dikelola oleh Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Agung Sukabumi saja mencapai lebih dari 8 ton dan ditargetkan menyasar 7.000 penerima menggunakan sistem kupon demi menghindari kericuhan. Tahun kemarin hanya 5.000 penerima, tahun ini jadi 7.000‑an, ada kenaikan. Untuk pembagiannya insyaallah aman karena sudah terkondisi timnya, dibantu juga oleh PSM (Pekerja Sosial Masyarakat) menggunakan sistem kupon,” pungkas Ayep Zaki.

Dengan bantuan sapi berukuran raksasa ini, pesantren dan pemerintah kota berupaya memastikan distribusi daging kurban yang adil dan teratur. Proses penyembelihan, pengumpulan, serta pembagian daging telah direncanakan dengan detail, memanfaatkan tenaga profesional dan tenaga sukarelawan. Kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah dan masyarakat setempat dalam memelihara tradisi kurban, sekaligus mendukung kesejahteraan warga di sekitar pesantren.

Sapi kurban PredatorPrabowo SubiantoPondok Pesantren Miftahussa'adahSukabumiDewan Kemakmuran MasjidDaging kurbanDKP3Kupon distribusi

Komentar

Memuat komentar...