Sarden Kalengan Bukan UPF, Namun Real Food Tetap Lebih Sehat
Gambar atau konten salah?
Sarden kalengan, yang baru-baru ini menjadi bahan perbincangan, dipuji karena dianggap bukan Ultra Processed Food (UPF). Namun, bagi banyak orang, real food tetap menjadi pilihan yang paling sehat.
Dr. Aru Ariadno, SpPD‑KGEH, Mayapada Hospital Jakarta Selatan, menyatakan, “Kalau menurut saya, tetap yang paling sehat itu adalah real food. Karena kita nggak tahu, bahwa semua processed food itu cara membuatnya kita nggak tahu.” Ia menekankan bahwa proses pembuatan makanan olahan seringkali melibatkan bahan tambahan yang sulit dikontrol keamanannya.
Meskipun ada regulasi yang mengatur, dr Aru menegaskan, “Ada kemungkinan penyimpangan yang bisa berdampak pada kesehatan akan selalu ada.” Hal ini membuatnya skeptis terhadap keamanan semua makanan olahan.
Ia juga mengingatkan, “Makanya kalau kita lihat angka kejadian epidemiologi timbul yang penyakit, sekarang ini lebih meningkat daripada zaman‑zaman dulu.” Dr. Aru menyoroti peningkatan kasus penyakit kronis di kalangan muda.
“Zaman sekarang orang itu umur 30 aja udah metabolik. Udah hipertensi, diabetes. Angka kesakitan anak‑anak muda sekarang lebih banyak. Kasus kejadian diabetes usia muda, tinggi. Hipertensi usia muda, tinggi,” terangnya. Ia menekankan bahwa masalah metabolik tidak lagi terbatas pada usia tua.
Namun, ia mengakui tantangan dalam mengandalkan real food sehari‑hari. Kesibukan membuat banyak orang tidak sempat belanja dan memasak, sehingga mereka terpaksa beralih ke pilihan yang lebih praktis, yaitu makanan olahan.
Kesimpulannya, meski Sarden kalengan tidak dianggap UPF, penting bagi masyarakat untuk tetap memperhatikan asupan real food guna mengurangi risiko penyakit metabolik, terutama di kalangan generasi muda.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz