Satpol PP Sulsel Tegaskan Tidak Ada Rekrutmen Anggota
Gambar atau konten salah?
Satpol PP Sulsel menegaskan tidak pernah membuka proses rekrutmen anggota, menanggapi rumor yang beredar. Pihaknya mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap penipuan yang menyusul dugaan praktik pembayaran dengan iming‑iming menjadi anggota.
Kepala Satpol PP Sulsel, Andi Arwien Azis, menyatakan bahwa persoalan tersebut tidak dapat dikaitkan secara kelembagaan. Ia menegaskan, “Yang pasti secara kelembagaan tidak bisa dikaitkan dengan Satpol PP karena tidak ada rekrutmen tenaga non‑ASN sejak semua sudah terdata dalam database untuk diangkat PPPK,” ujar Andi Arwien dalam keterangannya, 17 Mei 2026.
Andi Arwien menegaskan lebih lanjut bahwa tidak pernah ada proses perekrutan tenaga non‑ASN di lingkup Satpol PP Sulsel. Ia menambahkan, “Padahal rekrutmen ASN ada mekanismenya dan bukan di Satpol PP prosesnya, tetapi di BKD. Segala bentuk perekrutan bukan melalui Satpol PP, melainkan melalui BKD sebagai instansi yang berwenang dalam proses rekrutmen,” katanya.
Menurut Arwien, sejak edaran KemenPAN‑RB, pemerintah tidak lagi membuka perekrutan tenaga honorer. Ia mengingatkan, “Sesuai dengan edaran KemenPAN‑RB sudah tidak ada perekrutan tenaga honorer dan Satpol PP Sulsel tidak pernah mengumumkan adanya perekrutan,” jelas Andi Arwien.
Satpol PP Sulsel juga menegaskan bahwa seluruh informasi resmi terkait kepegawaian pemerintah daerah hanya diumumkan melalui kanal resmi pemerintah dan instansi berwenang. Ia menegaskan, “Kita turut prihatin dengan kejadian ini dan kita harapkan korban segera melapor ke polisi agar oknum bisa ditindak sesuai dengan kesalahannya,” kata Andi Arwien.
Satpol PP Sulsel siap mendukung aparat penegak hukum dalam proses penelusuran maupun penyelidikan apabila dibutuhkan. Ia menegaskan komitmen menjaga integritas kelembagaan dan memastikan seluruh jajaran bekerja sesuai ketentuan yang berlaku.
Di sisi lain, A Rizki Melta S, Kabid Bina Masyarakat Satpol PP Sulsel, menambahkan bahwa persoalan yang kembali mencuat merupakan kejadian lama yang terjadi pada tahun 2022. Ia menegaskan bahwa perkara tersebut tidak berkaitan dengan kepemimpinan saat ini di bawah Andi Arwien Azis.
Menurut Rizki, dugaan praktik tersebut dilakukan oleh oknum yang memanfaatkan nama institusi untuk kepentingan pribadi dan tidak mewakili institusi. Ia menegaskan, “Sejak pergantian kepemimpinan di internal Satpol PP Sulsel, langkah pembenahan dan penertiban internal terus dilakukan secara menyeluruh.”
Satpol PP Sulsel juga memastikan tidak ada lagi proses perekrutan anggota baru setelah persoalan tersebut terungkap pada 2022. Pihaknya menegaskan bahwa dugaan penipuan dengan modus tersebut juga sempat mencuat di 2024 dan oknum bersangkutan atau oknum yang sama dipastikan sudah tidak lagi berada di lingkungan Satpol PP Sulsel.
Satpol PP Sulsel mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi perekrutan yang mengatasnamakan instansi pemerintah agar tidak menjadi korban praktik penipuan. Ia menegaskan, “Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak mudah terperdaya dengan iming‑iming oknum yang menjanjikan penerimaan atau kelulusan,” pungkas Rizki.
Keputusan Satpol PP Sulsel untuk menegaskan tidak ada rekrutmen menegaskan integritas lembaga. Masyarakat diingatkan untuk selalu memeriksa sumber resmi sebelum menanggapi informasi perekrutan. Dengan demikian, potensi penipuan dapat diminimalkan dan kepercayaan publik tetap terjaga.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
