Satwa Kebun Binatang Bandung Sehat: Gajah dan Macan Tutul
Gambar atau konten salah?
Pemerintah Kota Bandung terus memantau kesehatan satwa di Kebun Binatang Bandung. Saat ini, satwa-satwa penting seperti macan tutul dan gajah dinyatakan sehat tanpa tanda-tanda penyakit.
Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kota Bandung, Gin Gin Ginanjar, kepastian ini didapat setelah dilakukan pemeriksaan medis menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa berbagai metode medis dipakai untuk mendapatkan gambaran lengkap kondisi hewan.
“Kami telah melakukan pemeriksaan kesehatan lanjutan terhadap macan tutul dan gajah sebagai satwa prioritas di eks Kebun Binatang Bandung,” kata Gin Gin pada 18 Mei 2024.
Untuk macan tutul, dilakukan general check‑up lengkap. Sampel darah diambil untuk uji kimia, swab anus untuk rapid test virus, serta USG dan X‑ray. Hasilnya menunjukkan macan tutul sehat, rapid test virus negatif, dan organ dalam berfungsi baik meski ada penumpukan lemak subkutan. Ia menegaskan, “Hasil pemeriksaan menunjukkan macan tutul dalam kondisi sehat, rapid test virus negatif dan organ dalam terpantau baik berdasarkan USG dan X‑ray.”
Gajah pula diperiksa dengan pengambilan sampel darah, swab luka untuk uji bakteriologi, serta pemeriksaan kuku kaki dan X‑ray. Hasilnya tidak ada infeksi atau peradangan, termasuk pada kuku kaki yang sebelumnya retak. Gin Gin berkata, “Untuk gajah, tidak ditemukan infeksi maupun peradangan, termasuk pada bagian kuku kaki yang retak.”
Seluruh sampel akan diuji lebih lanjut di Balai Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Keswan‑Kesmavet) Jawa Barat. Hasil pengujian ini akan menjadi dasar penentuan langkah penanganan kesehatan satwa ke depan. “Hasil pengujian lanjutan di Balai Keswan Kesmavet Jabar akan menjadi acuan dalam menyusun rencana penanganan kesehatan satwa selanjutnya,” pungkas Gin Gin.
Dengan proses pemeriksaan yang teliti, Pemerintah Kota Bandung memastikan bahwa satwa-satwa di kebun binatang tetap dalam kondisi baik. Langkah ini menunjukkan komitmen kota untuk menjaga kesejahteraan hewan dan kesehatan publik.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
