SDN 026 Bojongloa: Rp18,6 Miliar Alokasi Bangunan Baru

Arif S. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
SDN 026 Bojongloa: Rp18,6 Miliar Alokasi Bangunan Baru

Gambar atau konten salah?

Kasus sengketa lahan yang menimpa SDN 026 Bojongloa di Cibaduyut, Bojongloa Kidul, Kota Bandung akhirnya menemukan titik terang. Dinas Pendidikan (Disdik) memutuskan membangun kembali ruang kelas untuk siswa SD tersebut di lokasi yang baru.

Semua ini bermula pada 2017 ketika dua ahli waris, Agus Pribadi dan Tata, mengajukan klaim kepemilikan atas lahan sekolah ke pengadilan. Perkara tersebut berlanjut hingga peninjauan kembali (PK) dan pada 2022, Pemkot Bandung harus menerima keputusan pengadilan yang menolak klaim tersebut. Akibatnya, sekolah terpaksa dipindahkan.

Sejak saat itu, Pemkot Bandung tidak dapat menolak keputusan pengadilan. Opsi relokasi menjadi satu-satunya jalan agar siswa dapat kembali belajar secara normal. Namun, proses relokasi memerlukan waktu dan sumber daya yang tidak sedikit.

Menanggapi situasi tersebut, Disdik Kota Bandung mengumumkan bahwa ruang kelas baru akan dibangun di lahan yang baru setelah keputusan pengadilan. Kadisdik Kota Bandung Asep Gufron menjelaskan bahwa lokasi baru berada di dalam kompleks perumahan di Jalan Cibaduyut, tidak jauh dari Stasiun TVRI Jawa Barat.

Sudah selesai masalahnya, keputusannya kita pindah ke tempat yang baru. Tahun sekarang kita rencananya mau membangun gedung sekolahnya,” kata Asep Gufron. Ia menambahkan bahwa perencanaan telah dimulai sejak 2025, ketika Pemkot Bandung melakukan pengadaan tanah. Tahun ini, rencananya akan dimulai pembangunan gedung baru.

Menurut pencarian melalui laman SIRUP LKPP, Pemkot Bandung merogoh kocek sebesar Rp 14 miliar untuk membeli tanah pada 2025. Pada 2026, anggaran total untuk pembangunan sekolah baru mencapai Rp 18.624.287.490 atau Rp 18,6 miliar. Rincian anggaran tersebut meliputi: Rp 14.335.640.000 untuk pembangunan kelas baru, Rp 1.038.660.000 untuk pengadaan meubelair, Rp 932.539.890 untuk pembangunan lapangan atau lahan parkir, Rp 610.066.600 untuk pembangunan benteng SDN 026 Bojongloa, Rp 931.729.000 untuk manajemen konstruksi, Rp 355.924.000 untuk jasa konsultan pengawasan pembangunan ruang kelas baru, Rp 258.668.000 dan Rp 103.060.000 untuk jasa konsultan perencanaan pembangunan ruang kelas baru, serta Rp 58.000.000 untuk jasa konsultan pengawasan pembangunan ruang kelas baru.

Selama proses ini, siswa masih belajar di bangunan lama yang memiliki 16 ruang kelas. Menurut Data Pokok Pendidikan (Dapodik), jumlah siswa pada tahun ajaran 2025/2026 mencapai 957 orang, dibagi dalam 35 rombongan belajar (rombel). Sekolah memiliki 44 guru dan 5 pegawai.

Sekarang masih berjalan seperti biasa, enggak ada persoalan. Tadinya kan mau dipindahkan dulu ke SD Leuwipanjang, tapi akhirnya belajarnya masih di lokasi yang lama,” ujar Asep. Ia menegaskan bahwa proses belajar mengajar masih berlangsung tanpa gangguan.

Disdik Kota Bandung menyatakan bahwa pembangunan gedung baru masih berada pada tahap penyusunan detailed engineering design (DED). Menurut Asep, target penyelesaian proyek adalah pada 12 Desember 2026. “Sekarang ini kan lagi proses nih, DED-nya lagi dibuat, lagi proses penuntasan. Pokoknya mah di bulan Desember itu harus udah clear, kita udah punya gedung baru,” tambahnya.

Dengan langkah ini, SDN 026 Bojongloa diharapkan dapat kembali menyediakan lingkungan belajar yang layak bagi para siswa. Pemerintah kota telah menyiapkan dana dan rencana yang cukup detail, sehingga proses pembangunan diharapkan berjalan lancar. Disdik Kota Bandung terus memantau perkembangan proyek agar siswa tidak kehilangan kesempatan belajar di lingkungan yang aman dan nyaman.

SDN 026 BojongloaBojongloa KidulRelokasiPembangunan gedung sekolahPengadaan tanahAnggaran Rp 18,6 miliarDisdik Kota Bandung

Komentar

Memuat komentar...