Sedekah Laut di Desa Bendar Pati: Tradisi Larung Sesaji

Iwan D. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 61 dibaca
Bisik.id
Sedekah Laut di Desa Bendar Pati: Tradisi Larung Sesaji

Gambar atau konten salah?

Di Pati, warga Desa Bendar di Kecamatan Juwana menyiapkan acara sedekah laut yang berlangsung meriah. Acara ini menampilkan prosesi larung kepala kerbau dan kambing sebagai sesaji kepada laut, sekaligus mempererat hubungan masyarakat dengan tradisi.

Di pagi hari, tepat pukul 09.00 WIB, ribuan warga berkumpul di depan kantor Desa Bendar. Di sana, sesaji berupa kepala kerbau dan kambing sudah disiapkan, bersiap untuk dilarung ke laut. Sesaji ini diperlakukan dengan hormat, menandai rasa syukur masyarakat atas rezeki yang diberikan.

Acara tidak hanya sekadar larung sesaji. Kirab budaya juga diadakan, menampilkan barongan, reog, musik tongtek, ketoprak, dan pengajian akbar. Suara soundhoreg yang keras menambah semarak suasana, membuat suasana semakin hidup di kampung nelayan.

Setelah sesi sesaji selesai, kepala kerbau dan kambing diarak dari kantor desa menuju dermaga Sungai Silugonggo. Dengan perahu, sesaji tersebut dilepas ke tengah laut. Perjalanan dari dermaga ke laut memakan waktu sekitar 30 menit, sebelum akhirnya kepala kerbau dan kambing dilarung ke tengah laut.

Ketua Panitia Sedekah Laut Bendar, Heri Budianto, menjelaskan bahwa tradisi ini merupakan bentuk syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas rezeki yang diberikan selama setahun terakhir. Ia berkata, “Bentuk manifestasi rasa syukur mendalam dari nelayan Desa Bendar Kecamatan Juwana kepada Allah SWT yang telah memberikan rejeki selama setahun belakang ini.

Heri menambahkan, “Kita hari ini larung sesaji dari dermaga sampai dengan laut. Dari Sungai Silugonggo sampai ke tengah laut. (yang dilarung) Kepala kerbau dan kambing serta sesaji yang nanti ditaruh di atas perahu.

Kirab budaya diikuti oleh sekitar 500 orang warga dan paguyuban kapal yang ada di Juwana. Selain itu, ketoprak dan pengajian akbar juga menjadi bagian dari rangkaian acara.

Heri berharap sedekah laut ini dapat meningkatkan hasil tangkap nelayan Desa Bendar dan memberikan keselamatan di laut. Ia menyatakan, “Harapan kami meminta kepada Tuhan yang Maha Esa supaya nelayan diberikan keselamatan di laut dalam mencari rejeki. Nelayan makmur dan sejahtera.

Ketua Asosiasi Mitra Nelayan Sejahtera, Eko Budiyono, mengajak agar acara sedekah laut di Bendar semakin meriah. Ia meminta dukungan Kementerian Pariwisata agar tradisi turun temurun ini dapat terus berkembang. Ia berkata, “Ke depan supaya acara sedekah laut ini bisa menjadi kekayaan intelektual komunal sehingga kami memohon dukungan dari Kementerian Pariwisata bisa mendukung setiap kegiatan sedekat laut dari tahun ke tahun agar lebih meriah lagi.

Acara ini berlangsung pada 29 Maret 2026, menandai keberlanjutan tradisi yang menggabungkan kepercayaan, kebersamaan, dan harapan akan kelimpahan di laut.

Keseluruhan kegiatan menegaskan pentingnya menjaga tradisi lokal sebagai cara untuk mempererat hubungan sosial dan spiritual, sekaligus memohon keberkahan bagi para nelayan di masa depan.

Sedekah LautDesa BendarKepala KerbauKambingKirab BudayaNelayanKementerian PariwisataTradisi Lokal

Komentar

Memuat komentar...