Sekolah Maung: Nama Sekolah Negeri Tetap, Fokus Peningkatan

Yuli S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 88 dibaca
Bisik.id
Sekolah Maung: Nama Sekolah Negeri Tetap, Fokus Peningkatan

Gambar atau konten salah?

Disdik Jawa Barat menegaskan bahwa program Sekolah Maung tidak akan mengubah nama sekolah negeri yang dipilih sebagai pusat pendidikan unggulan. Seperti SMAN 3 Bandung dan SMAN 5 Bandung, sekolah-sekolah favorit di provinsi ini akan tetap memakai nama lama.

Menurut Kepala Disdik Jabar Purwanto, Sekolah Maung adalah sebuah program transformasi pendidikan, bukan pergantian identitas sekolah. Ia berkata, “Sekolah Maung itu kan program, jadi itu namanya nanti tetap, bahwa SMA 5 itu tetap, SMA 3, kemudian SMA 1 Purwakarta, SMA 1 Garut misalnya namanya tetap seperti itu, tapi nanti mereka akan dikasih nama, bahwa mereka adalah sekolah penyelenggara sekolah maung,” pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Purwanto menegaskan bahwa tidak akan ada perubahan nama seperti “SMAN 3 Maung Bandung” atau nomenklatur lain yang menghapus identitas sekolah lama. Ia menambahkan, “Jadi tidak dirubah menjadi SMAN 3 Maung Bandung. Yang paling penting kan transformasinya. Transformasi yang dirubah itu, bukan nama. Yang dirubah itu kan transformasi pada sesuatu yang substansial.”

Fokus utama program ini adalah pembenahan sistem pendidikan secara menyeluruh. Mulai dari pola penerimaan siswa, kurikulum, tata kelola sekolah, pembiayaan, kualitas tenaga pengajar hingga fasilitas pendidikan. Purwanto menekankan bahwa perubahan ini bersifat substansial, bukan sekadar penyesuaian nama.

Ia juga membantah anggapan bahwa Sekolah Maung akan membuat sekolah negeri menjadi eksklusif dan hanya dinikmati kelompok tertentu. Ia menilai, “Bahwa selama ini kita tidak menghargai perbedaan, bahwa masyarakat kita itu ada yang membutuhkan layanan-layanan yang harus mereka terima. Mereka itu kan anak-anak yang berprestasi itu harus dilayani dengan baik.”

Purwanto menyebut salah satu alasan lahirnya program ini karena banyak keluarga dari kalangan menengah atas mulai meninggalkan sekolah negeri unggulan dan memilih sekolah swasta yang dianggap memiliki pelayanan lebih baik. Ia berkata, “Bayangkan sekolah-sekolah kita itu hampir tidak bisa mengimbangi. Mereka kelas-kelas menengah yang berpunya itu banyak yang pada menyekolahkan anak-anaknya ke sekolah swasta karena mereka berbayar dan pelayanannya lebih bagus.”

Program Sekolah Maung melibatkan 41 sekolah negeri, terdiri dari 28 SMA dan 13 SMK. Dengan menekankan transformasi sistemik, Disdik Jawa Barat berharap dapat meningkatkan kualitas pendidikan tanpa mengubah identitas sekolah yang sudah dikenal.

Kesimpulannya, program ini menekankan pada perubahan struktural dalam pendidikan—dari proses penerimaan hingga fasilitas—sementara menjaga nama asli sekolah. Fokusnya adalah memberikan layanan optimal bagi siswa berprestasi, bukan menciptakan eksklusi di antara sekolah negeri.

Sekolah MaungDisdik Jawa BaratSMAN 3 Bandungtransformasi pendidikanidentitas sekolahkurikulumpembiayaaneksklusif

Komentar

Memuat komentar...