Semarang Panas Terbakar, Bediding Turunkan Suhu di Kemarau
Gambar atau konten salah?
BMKG mengamati suhu udara yang turun drastis di Jawa Tengah, khususnya di Kota Semarang. Para ahli menyebut kondisi ini bediding, sebuah fenomena yang biasanya muncul pada musim kemarau.
Menurut Harits Syahid, Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, bediding mulai terasa sejak awal Juni 2026, saat musim kemarau baru saja dimulai. “Untuk bediding ini identik di musim kemarau. Musim kemarau sendiri saat ini diawali dari awal bulan ini ataupun akhir bulan kemarin. Namun untuk kondisi terasa lebih dinginnya, di awal bulan ini sudah mulai terasa,” kata Harits.
Dia menambahkan bahwa potensi bediding akan berlangsung sepanjang musim kemarau. “Selama potensi musim kemarau itu ada, peluang bediding juga ada. Saat ini musim kemarau juga diprediksi lebih kering, sehingga kondisi suhu akan jauh lebih dingin,” ujarnya. Puncak suhu dingin diperkirakan terjadi pada Agustus, dan fenomena ini diharapkan berakhir sekitar Oktober atau November. “Prediksi kita puncaknya mungkin di bulan Agustus dan akan berakhir mungkin di bulan 10 ataupun bulan 11,” jelasnya.
Bediding biasanya terasa mulai malam hingga pagi. “Biasanya dimulai malam hari ataupun menjelang dini hari hingga pagi hari. Jadi memang proses pelepasan panas itu lebih terjadi di malam hari hingga menjelang dini harinya,” ujarnya. Akibatnya, orang yang aktif di subuh atau pagi akan merasakan suhu lebih dingin dibandingkan waktu lain.
Fenomena ini tidak hanya dirasakan di Jawa Tengah. “Hampir merata, terutama wilayah yang mengalami musim kemarau. Di bagian selatan khatulistiwa ini lebih cenderung terasa lebih dingin,” katanya. Namun daerah seperti Kalimantan dan Sulawesi masih basah karena hujan, sehingga sensasi dingin tidak sekuat daerah yang sudah masuk musim kemarau. “Untuk wilayah lain untuk Jawa, Kalimantan, ataupun Sulawesi saat ini lebih cenderung basah, kondisinya lagi ada hujan,” ungkapnya.
Para petualang yang berencana mendaki gunung atau mengunjungi dataran tinggi seperti Dieng disarankan menyiapkan tubuh dengan baik. “Saat ini kita belum dapat laporan bahwa sudah membeku atau tidak, cuma memang dari beberapa pantauan di Dieng sudah ada yang sampai suhunya mendekati nol,” ucapnya. Dia mengimbau agar siap dengan sarung tangan, kupluk, jaket tebal, dan minum vitamin. “Imbauannya jaga kondisi tubuh, lebih minum vitamin, menyediakan sarung tangan, kupluk, dan juga jaket tebal,” lanjut Harits.
Dengan prediksi suhu dingin yang mungkin berlangsung hingga akhir musim kemarau, masyarakat di wilayah yang sedang mengalami musim kemarau diingatkan untuk mempersiapkan diri dan menghindari aktivitas berat di pagi hari. Fenomena bediding ini menegaskan bahwa perubahan cuaca dapat terjadi secara tiba-tiba, bahkan di daerah yang biasanya hangat.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Lansia Penjual Siomay Menuntut Tebusan Dompet & Uang
SPPG Magelang Berhenti Kerja, 31 Offline, 146 Operasional
Ular Hijau Ahaetulla Tiba di Gudang, Dipindahkan ke Mako
Baliho Raja Solo di Klaten Menimbulkan Kontroversi
Kelebihan BRT Trans Jateng & Pekerjaan GUPR Gagal Kontrak
Banjir Rob Tenggelam Tambak Ikan, Kerugian Rp 50 Miliar
Berita Terbaru
Polisi Tangkap Rohmat, Tersangka 23 Kali Menggelapkan Motor
BPJS JKN Perkenalkan Aturan Kontrol Pasien Baru 2026
Lansia Penjual Siomay Menuntut Tebusan Dompet & Uang
Anwar Rifai Resmi Tidak Lagi Bermain Arema FC, Kontrak Mati
Jasuke, Jajan Jagung Manis Keju, Tetap Kena Favorit
Pasangan Indonesia Masuk Babak 16 Besar Australian Open 2026
Sumatera Selatan Tunggu Kabar KPK tentang Status Bupati Enim
Timber Cedera, Belanda Kehilangan Pemain Utama 2026
