Semarang Tutup Jalan Gombel Lama, Jalan Baru Jadi Dua Arah

Wulan M. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Semarang Tutup Jalan Gombel Lama, Jalan Baru Jadi Dua Arah

Gambar atau konten salah?

Semarang, 20 April 2026 – Jalan Gombel Lama, yang dikenal sebagai turunan utama Gombel di Kecamatan Banyumanik, mulai ditutup untuk perbaikan jalan. Selama proses tersebut, Jalan Gombel Baru atau tanjakan Gombel diberlakukan sebagai jalur dua arah.

Pada pukul 10.00 WIB, contra flow sudah mulai diberlakukan di tanjakan Gombel. Pembatas jalan dipasang dari ujung flyover Jatingaleh menuju tanjakan Gombel, dan juga di atas turunan Gombel. Pihak kepolisian mengarahkan pengendara turun melalui Jalan Gombel Baru.

Warga sekitar dan pemilik kios tambal ban, Bimbo (52), mengatakan penutupan sudah dimulai sejak pukul 09.00 WIB. Petugas sudah memasang rambu-rambu dilarang melintas, menurunkan tiang listrik dan internet, serta mengukur Jalan Gombel Lama. “Ini contra flow-nya sudah dari jam berapa 09.00 WIB. Biasanya lalu lintas di sini kalau sore macet, kalau siang enggak,” kata Bimbo kepada 20 April 2026.

Bimbo memperkirakan, dengan diberlakukannya contra flow, maka Jalan Gombel Baru bisa mengalami kepadatan arus, terlebih di sore hari. Ia menyarankan pengendara motor mengambil jalan memutar agar tak terkena macet. “Bisa lewat jalan baru Undip, itu pasti lancar,” jelasnya.

Bimbo yang tinggal di Jalan Gombel Lama, Kelurahan Tinjomoyo, mengatakan hanya warga sekitar yang diperbolehkan melintas di Jalan Gombel Lama. Ia masih bisa berangkat dari rumah menuju kiosnya menggunakan motor. “Kemungkinan khusus warga situ tok, sama gojek, tapi muter. Adanya dua arah ini ya kesusahan, apalagi 7 bulan bilangnya, tapi belum tahu kenyataannya. Siapa tahu mundur,” ujarnya.

Selain menyulitkan mobilitas pengendara motor, pemberlakuan dua arah ini juga membuat bengkelnya terdampak. Pelanggannya yang semula bisa leluasa memperbaiki motor di bengkelnya kini menjadi kesulitan, sehingga dimungkinkan terjadi penurunan pendapatan. “Kan dua arah, terus dibatasi gini, jadi ndak bisa sana-sini. Kalau satu arah kan enak malahan (motor/mobil) bisa langsung ke sini. Kalau kayak gini muternya kejauhan,” tuturnya.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Semarang, Danang Kurniawan, juga mengatakan rekayasa lalu lintas akan diperkirakan berlangsung hingga tujuh bulan. “Pelaksanaan kegiatan maksimal selama tujuh bulan, dengan penerapan Jalan Gombel Baru menjadi dua arah,” kata Danang.

Ia menjelaskan, pengendara yang akan melaju ke arah tanjakan lebih diprioritaskan. Para personel Dishub telah ditempatkan di ujung penutupan jalan untuk mengawasi pergerakan lalu lintas lokal. “Pergerakan lokal tetap kami fasilitasi dengan penempatan personel di titik penutupan,” jelasnya.

Untuk kendaraan berat seperti truk dan bus, Danang menambahkan diarahkan melalui Tol Srondol-Jatingaleh. Adapun kendaraan dari arah Banyumanik dialihkan melalui Tol Srondol, dari Bukit Sari melalui Tol Undip Tembalang, serta dari Semarang bawah melalui Tol Jatingaleh I. “Kendaraan roda dua dari arah Undip dan Tembalang diarahkan melalui Jalan Baru Undip Jangli, Jalan Kasipah, hingga Jalan Dr Wahidin,” urainya.

Ia mengimbau masyarakat memahami skema rekayasa lalu lintas itu agar tidak terjebak kepadatan. Pengendara yang biasa melintasi Jalan Gombel juga disarankan menggunakan jalur alternatif selama pekerjaan berlangsung.

Perubahan lalu lintas ini menandai upaya pemerintah kota untuk memperbaiki infrastruktur di kawasan strategis. Meskipun menimbulkan ketidaknyamanan bagi warga dan pelaku usaha, langkah ini diharapkan dapat meningkatkan kelancaran jalan dalam jangka panjang.

Jalan Gombel LamaJalan Gombel BaruContra FlowDua ArahRekayasa Lalu LintasDinas PerhubunganTol Srondol

Komentar

Memuat komentar...