Sennari Monaka: 89 Tahun Tradisi Kue Jepang di Tokyo

Wahyu T. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 105 dibaca
Bisik.id
Sennari Monaka: 89 Tahun Tradisi Kue Jepang di Tokyo

Gambar atau konten salah?

Sennari Monaka masih berdiri di tengah hiruk‑pikuk Tokyo, menampilkan rasa tradisional yang tak lekang oleh waktu. Toko kue ini sudah berusia 89 tahun, bermula pada tahun 1937.

Berlokasi di kawasan dekat Stasiun Otsuka, satu pemberhentian saja dari Ikebukuro, Sennari Monaka berada di jalur trem Toden Arakawa Line. Lingkungan ini masih mempertahankan nuansa lama, lengkap dengan jalur trem kuno yang melintas di sekitarnya.

Warna kuning cerah toko dan tirai noren di pintu depan menambah kesan klasik. Setiap detail di dalamnya tampak dipilih dengan hati‑hati, seolah‑olah mengajak pengunjung kembali ke masa lalu.

Nama Monaka berasal dari kudapan tradisional Jepang berupa wafer berisi pasta kacang merah, yang sudah ada sejak periode Edo. Di sini, monaka dibuat berbentuk labu, karena kata Sennari berarti “seribu labu”, simbol keberuntungan dan kemakmuran di Jepang.

Selain monaka, toko ini juga menjual dorayaki dan yokan dengan berbagai rasa. Menu dorayaki yang paling sering direkomendasikan adalah anko butter dorayaki, yang menonjol karena isian mentega yang lebih besar dibandingkan pasta kacang merahnya.

Harga dorayaki ini adalah 390 yen (sekitar Rp 43.000). Penampilan dorayaki ini menyerupai burger, dengan lapisan mentega yang tebal di atas lapisan anko.

Keunikan dorayaki ini terletak pada jenis mentega yang digunakan: Calpis butter. Mentega ini dikenal sebagai “phantom butter” karena langka dan termasuk produk premium.

Calpis butter dibuat dari susu fermentasi yang sama dengan minuman Calpis, sehingga memiliki rasa sedikit asam yang khas. Ketika dorayaki masih hangat, mentega perlahan meleleh dan menyatu dengan anko, menciptakan sensasi rasa yang berbeda di setiap gigitan.

Manisnya kacang merah berpadu dengan gurihnya mentega menghasilkan tekstur lembut yang meleleh di mulut tanpa rasa berlebih. Sensasi ini membuat dorayaki ini menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.

Berbagai wisatawan, baik yang datang dari luar negeri maupun warga lokal, seringkali mengunjungi Sennari Monaka untuk mencicipi kue legendaris ini. Keunikan bahan premium dan tampilan yang berbeda membuatnya menjadi “hidden gem” di Tokyo.

Dengan sejarah panjang, produk khas, dan cita rasa yang tetap konsisten, Sennari Monaka tetap menjadi contoh toko kue tradisional yang berhasil bertahan di kota metropolitan. Pengunjung yang datang ke sini tidak hanya menikmati kue, tetapi juga merasakan sepotong sejarah Jepang yang masih hidup.

Sennari MonakaTokyokue tradisionaldorayakiCalpis buttertrem Toden Arakawahidden gem

Komentar

Memuat komentar...