Septya Jual Aksesoris Unik, Usaha Pop-Up di Bandung
Gambar atau konten salah?
Septya adalah seorang wanita dari Bandung yang memulai usaha aksesoris offline setelah meneliti pasar generasi Z. Usahanya, Bye Risk, lahir pada (02 Februari 2025) sebagai hasil hobi membuat gelang, kalung, cincin, dan anting-anting.
Awalnya, Septya hanya membuat lima custom dan menjualnya kepada teman. Tangannya mendapat sambutan positif, sehingga ia memutuskan untuk mengembangkannya menjadi usaha yang menghasilkan keuntungan.
Produk Bye Risk difokuskan pada tren anak muda. Aksesorisnya diposisikan sebagai “gaul” dan modern, cocok dipakai oleh generasi Z. Penjualan dilakukan melalui pop‑up market di kafe‑kafe Bandung, sehingga pelanggan dapat melihat dan membeli langsung di tempat.
Tim sederhana terdiri dari Septya dan beberapa temannya. Mereka bergotong royong mengatur stand di setiap event. Karena keterbatasan sumber daya, Septya belum membuka toko online dan masih mengandalkan Instagram untuk menginformasikan lokasi standnya.
Semua usaha ini menghadapi tantangan. Barang fisik seperti aksesoris mudah rusak, baik karena penyimpanan maupun akibat pelanggan yang tidak hati‑hati. Selain itu, penjualan aksesoris tidak seharusnya diperkirakan setiap hari seperti makanan; alokasi pelanggan lebih sporadis, sehingga pendapatan tidak merata.
Septya berharap dapat memperluas jangkauannya. Rencananya, selain memperbesar area penjualan di Bandung, ia akan menargetkan kota lain yang memiliki pasar aksesoris lebih luas. Ketika sudah siap, ia juga akan membuka platform online untuk mempermudah pelanggan membeli secara daring.
Kesimpulannya, Bye Risk masih dalam fase pertumbuhan, mengandalkan penjualan offline melalui pop‑up market dan media sosial. Dengan dukungan teman dan fokus pada generasi Z, Septya berusaha mengatasi kerugian dan menyiapkan ekspansi ke pasar yang lebih besar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
