Sertu Ichwan Gugur di Lebanon, Keluarga Terima Kabar
Gambar atau konten salah?
Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur saat bertugas di Lebanon. Pihak keluarga baru menerima kabar ini pada 31 Maret 2026.
Wali rumah tangga Hanadita Anjani (26) mengungkapkan bahwa suaminya sudah berdinasti sejak 2019. Pada April 2025, ia mendapat tugas di Lebanon.
“(Informasi) dari satuan suami, saya kemarin (Senin) masih simpang siur, cuman tadi pagi ini yang valid. Jadi, saya bisa memastikan baru tadi pagi,” kata Anjani kepada wartawan di rumah duka Dusun Deyangan, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.
Di sana, Anjani menceritakan perjalanan suaminya. Ia berangkat ke Lebanon pada April 2025 dan kembali pada Agustus 2025 setelah melahirkan anak pertamanya. Setelah itu, ia kembali bertugas hingga April 2026, tepat satu tahun di luar negeri. “Besok April satu tahun tepat. Terus mundur satu bulan pulang (Mei). Harusnya bulan Mei ini pulang. Dia kumpul sama keluarga, sama anak istri,” sambung Anjani dengan mata berkaca-kaca.
Dia menilai suaminya sangat baik, penyayang, dan sayang keluarga. “Sangat baik, penyayang, sayang keluarga, sangat baik. Saya nggak ada memandang buruk sama beliau, beliau orang baik,” tuturnya.
Komunikasi dengan suaminya berjalan lancar. “Lancar, alhamdulillah. Karena di sana ada WiFi, walaupun nggak ada WiFi pun beli kartu di sana. Alhamdulillah (komunikasi) lancar,” tambahnya.
Perihal firasat, Anjani mengatakan tidak ada. Namun, malam sebelum kejadian, suaminya mengirim pesan panjang. “Itu kan mau patroli ke tempat yang kemarin ada kejadian. Saya pikir di-cancel ternyata nggak. Saya berpikir positif atas suami saya,” tuturnya.
Ia menutup dengan rasa terima kasih atas peran suaminya sebagai istri dan ibu. “Suami saya, kemarin malam sebelum ini sempat ngirim pesan panjang. Ucapan terima kasih menjadi istri, menjadi ibu. Itu mungkin salah satunya,” pungkasnya.
Kasus ini menegaskan pentingnya komunikasi dan dukungan keluarga bagi para petugas di luar negeri. Serta, menyoroti risiko dan tantangan yang dihadapi selama tugas militer.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
