Sertu Ichwan Gugur di Lebanon, Keluarga Terima Kabar

Surya B. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 87 dibaca
Bisik.id
Sertu Ichwan Gugur di Lebanon, Keluarga Terima Kabar

Gambar atau konten salah?

Sertu Muhammad Nur Ichwan gugur saat bertugas di Lebanon. Pihak keluarga baru menerima kabar ini pada 31 Maret 2026.

Wali rumah tangga Hanadita Anjani (26) mengungkapkan bahwa suaminya sudah berdinasti sejak 2019. Pada April 2025, ia mendapat tugas di Lebanon.

“(Informasi) dari satuan suami, saya kemarin (Senin) masih simpang siur, cuman tadi pagi ini yang valid. Jadi, saya bisa memastikan baru tadi pagi,” kata Anjani kepada wartawan di rumah duka Dusun Deyangan, Desa Deyangan, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang.

Di sana, Anjani menceritakan perjalanan suaminya. Ia berangkat ke Lebanon pada April 2025 dan kembali pada Agustus 2025 setelah melahirkan anak pertamanya. Setelah itu, ia kembali bertugas hingga April 2026, tepat satu tahun di luar negeri. “Besok April satu tahun tepat. Terus mundur satu bulan pulang (Mei). Harusnya bulan Mei ini pulang. Dia kumpul sama keluarga, sama anak istri,” sambung Anjani dengan mata berkaca-kaca.

Dia menilai suaminya sangat baik, penyayang, dan sayang keluarga. “Sangat baik, penyayang, sayang keluarga, sangat baik. Saya nggak ada memandang buruk sama beliau, beliau orang baik,” tuturnya.

Komunikasi dengan suaminya berjalan lancar. “Lancar, alhamdulillah. Karena di sana ada WiFi, walaupun nggak ada WiFi pun beli kartu di sana. Alhamdulillah (komunikasi) lancar,” tambahnya.

Perihal firasat, Anjani mengatakan tidak ada. Namun, malam sebelum kejadian, suaminya mengirim pesan panjang. “Itu kan mau patroli ke tempat yang kemarin ada kejadian. Saya pikir di-cancel ternyata nggak. Saya berpikir positif atas suami saya,” tuturnya.

Ia menutup dengan rasa terima kasih atas peran suaminya sebagai istri dan ibu. “Suami saya, kemarin malam sebelum ini sempat ngirim pesan panjang. Ucapan terima kasih menjadi istri, menjadi ibu. Itu mungkin salah satunya,” pungkasnya.

Kasus ini menegaskan pentingnya komunikasi dan dukungan keluarga bagi para petugas di luar negeri. Serta, menyoroti risiko dan tantangan yang dihadapi selama tugas militer.

Sertu Muhammad Nur IchwangugurLebanontugas militerkeluargakomunikasirisikodukungan

Komentar

Memuat komentar...