Server Lemot, Verifikasi SPMB Brebes Menunggu 30 Menit
Gambar atau konten salah?
Di Kabupaten Brebes, proses verifikasi data Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) memakan waktu lama karena server yang lemot. Calon siswa harus menunggu lama di setiap tahap.
SPMB dibuka pada 09 Juni 2024 pukul 07.00 WIB. Sejak saat itu, lulusan SD datang berbondong-bondong ke SMP pilihan mereka. Beberapa bahkan datang sejak subuh untuk mendapatkan nomor antrean awal. Mereka berkumpul di aula dan koridor SMPN Brebes 1, menunggu giliran dipanggil petugas.
Verifikasi data biasanya memerlukan waktu 2 sampai 5 menit per calon. Namun, karena server tidak mampu menangani banyak permintaan sekaligus, proses ini kini memakan waktu hingga 30 menit. Akibatnya, para calon harus menunggu berjam‑jam hanya untuk verifikasi data.
“Jam 5 pagi sudah ke sini ternyata memang sudah banyak yang antre. Ini prosesnya lama, kata petugas server sedang lemot,” kata Sulistiowati, orang tua calon siswa yang ditemui saat menunggu panggilan, 09 Juni 2024.
Wali murid lain, Darmawan, mengungkapkan kekhawatirannya bahwa lamanya tahap verifikasi dapat mengganggu SPMB. “Verifikasi sampai Kamis. Kalau satu anak butuh 30 menit, khawatir tidak bisa terlayani semua. Perlu solusi agar server tidak lemot,” ujar Darmawan.
Petugas operator SPMB SMPN Brebes 1, Untung, menjelaskan alasan di balik keterlambatan. “Tadi pagi lumayan lancar. Verifikasi data satu calon siswa paling lama 5 menit. Kalau lancar rata‑rata 2 menit. Tapi sekarang sampai 30 menit, karena sedang lemot servernya,” ungkapnya.
Hingga pukul 12.30, jumlah pendaftar di SMPN Brebes 1 mencapai 784 siswa. Dari jumlah tersebut, hanya 139 calon yang berkasnya sudah terverifikasi. Sisanya akan diproses pada hari berikutnya.
Kepala Dinkominfo Brebes, Warsito Eko Putro, juga menegaskan bahwa server SPMB memang lemot. Ia menjelaskan bahwa server yang dipakai memiliki kapasitas bandwidth 300 Mbps, sedangkan berkas yang akan diverifikasi sekitar 22 ribu calon siswa. Server ini tidak hanya melayani SMP, tapi juga pendaftaran TK dan SD di Kabupaten Brebes.
“Server yang dipakai memang kapasitas BW 300 Mbps dan itu untuk melayani sekitar 22 ribu pendaftar mulai dari TK, SD sampai SMP. Mestinya untuk menunjang kegiatan SPMB ini idealnya BW 800 Mbps,” jelas Warsito Eko Putro.
Untuk mendukung kelancaran SPMB, Warsito Eko Putro sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan. Sehingga pelaksanaan SPMB tidak mengalami hambatan berarti.
Dengan server yang lemot, proses verifikasi data SPMB di Brebes menjadi lambat. Meskipun begitu, pihak sekolah dan dinas pendidikan berusaha mencari solusi agar pendaftaran dapat berjalan lebih lancar di masa depan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
