Siswa SMA Purwakarta Viralkan Video Jari Tengah Terhadap Guru
Gambar atau konten salah?
Video yang menjadi viral di media sosial menampilkan sekelompok pelajar SMA di Purwakarta yang melakukan tindakan tidak sopan terhadap seorang guru. Dalam rekaman, siswa‑siswa tersebut mengacungkan jari tengah ke arah guru yang sedang keluar dari ruang kelas.
Aksi tersebut tidak sekali, melainkan berulang kali. Beberapa siswa melakukan gerakan tersebut secara bersamaan, sehingga terlihat seperti serangan sekaligus. Selain jari tengah, rekaman juga menunjukkan upaya siswa menekan bagian kepala guru, meski tidak sampai mengenai.
Semua kejadian direkam oleh pelajar itu sendiri. Setelah selesai, video tersebut langsung diposting ke berbagai platform media sosial, sehingga segera menyebar ke banyak pengguna.
Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Purwakarta, Agus Marzuki, mengungkapkan rasa prihatin dan kecewa. Ia menilai perilaku siswa bertentangan dengan semangat program pendidikan karakter yang sedang digalakkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat, yaitu Gapura Panca Waluya.
Menurut Agus, program ini menekankan pembentukan karakter siswa melalui lima nilai utama: cageur (sehat jasmani dan rohani), bageur (berperilaku baik dan santun), bener (jujur dan berintegritas), pinter (cerdas dan kompeten), serta singer (cekatan dan kreatif). Ia menegaskan bahwa nilai-nilai ini harus menjadi landasan bagi setiap siswa.
Agus menyoroti ironi tersendiri ketika pelaku berasal dari sekolah unggulan di Purwakarta. Ia menyayangkan munculnya perilaku yang mencerminkan kurangnya rasa hormat terhadap guru. “Terlepas dari alasan apa pun, meskipun dianggap sebagai ekspresi di dalam kelas, ketika masuk ke ruang publik, tindakan itu menjadi tidak etis dan melanggar norma,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa tindakan yang tampak sepele dapat berdampak besar pada reputasi sekolah dan kepercayaan masyarakat. “Hal kecil yang dianggap biasa bisa meninggalkan jejak yang dalam. Ini harus menjadi perhatian bersama,” tambahnya.
Dewan Pendidikan berharap peristiwa ini menjadi pembelajaran bagi seluruh siswa agar lebih bijak dalam bersikap, terutama di era digital ketika informasi sangat cepat menyebar. Agus mendorong adanya komunikasi yang lebih terbuka antara guru dan siswa guna membangun hubungan saling menghormati.
Ia menutup dengan harapan, “Kami berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Jadikan ini sebagai refleksi bersama agar dunia pendidikan tetap menjunjung tinggi nilai moral dan etika.”
Video ini menyoroti pentingnya pengawasan perilaku siswa dan peran guru dalam menanamkan nilai-nilai karakter. Peristiwa tersebut menjadi peringatan bahwa tindakan kecil dapat menimbulkan dampak besar pada citra institusi pendidikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
