Slamet Suradio, Mantan Masinis 87 Tahun, Meninggal

Rini S. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 81 dibaca
Bisik.id
Slamet Suradio, Mantan Masinis 87 Tahun, Meninggal

Gambar atau konten salah?

Slamet Suradio, seorang mantan masinis yang berusia 87 tahun, meninggal dunia pada dini hari 03 Juni 2026 di Cengkareng, Bekasi, Jawa Barat. Jenazahnya kemudian dibawa ke kampung halamannya di Purworejo, Jawa Tengah, dan dimakamkan di Dusun Krajan, Desa Gintungan, Kecamatan Gebang.

Sejak beberapa bulan terakhir, kesehatan Mbah Slamet menurun. Ia dirawat oleh salah satu anaknya yang tinggal di Bekasi. Pada hari Rabu, 03 Juni 2026, ia meninggal di tempatnya pada pukul 01.00 WIB.

“Ya sakit karena sudah sepuh. Meninggal tadi dini hari sekitar jam 01.00 WIB. Meninggalnya di tempatnya kakak,” kata Safitri, anak bungsunya, saat ditemui di rumah duka pada siang hari.

Setelah jenazah diantar melalui perjalanan darat, ia tiba di rumah duka sekitar pukul 13.30 WIB. Keluarga dan kerabat berselimutkan air mata, bahkan Safitri sempat pingsan tak kuasa menahan sedih.

“Saya tahunya (bapak meninggal) dikabari ini tetangga. Ini dimakamkan di sini,” ujar Safitri sambil menyeka air mata.

Basori, tetangga dekat Mbah Slamet, menuturkan bahwa ia berangkat ke Bekasi sejak tanggal 17 Mei 2026. Pria kelahiran 18 Agustus 1939 meninggalkan istri, empat anak, dan empat cucu.

“Pergi ke Bekasi tanggal 17 Mei 2026 ke tempat anaknya karena udah sakit-sakitan, di sana kan dirawat sama anaknya,” kata Basori.

Slamet Suradio dikenal sebagai masinis KA 225 rute Rangkasbitung–Tanah Abang. Ia terlibat dalam tabrakan KA 220 Patas Merak di daerah Pondok Betung, Bintaro, pada 19 Oktober 1987. Peristiwa itu kemudian dikenal dengan Tragedi Bintaro 1987.

“Peristiwa itu kemudian dikenal dengan Tragedi Bintaro 1987. Insiden tragis akibat salah komunikasi persilangan antarstasiun tersebut menewaskan lebih dari 130 orang.”

Kepergian Slamet mengingatkan kembali akan sejarah panjang industri kereta api di Indonesia, sekaligus menegaskan pentingnya komunikasi dan keselamatan dalam operasional kereta. Kematian beliau menambah duka bagi keluarga dan komunitas yang pernah mengenalnya sebagai sosok yang tegas namun penuh perhatian.

Slamet SuradiomasinisTragedi Bintaro 1987kereta apiBekasiPurworejo

Komentar

Memuat komentar...