SMAN 2 Sukabumi Peringkat 1 Jabar: 95 Lolos SNBP di Sekolah

Dewi M. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 133 dibaca
Bisik.id
SMAN 2 Sukabumi Peringkat 1 Jabar: 95 Lolos SNBP di Sekolah

Gambar atau konten salah?

SMAN 2 Kota Sukabumi, sebuah sekolah menengah atas negeri yang terletak di Sukabumi, menggelar perayaan pada 06 April 2026 untuk menghormati prestasi akademik yang luar biasa. Lebih dari 95 siswa berhasil masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur prestasi, sebuah pencapaian yang menempatkan sekolah ini di peringkat pertama di Jawa Barat dan ketiga di tingkat nasional.

Di lorong sekolah, barisan siswa menunggu bukan untuk kotak makanan, melainkan untuk menikmati hidangan prasmanan. Aroma nasi kuning mengisi udara, menambah kehangatan perayaan. Siswa tampak antusias, menyesuaikan porsi sesuai selera, sementara guru dan staf menyiapkan meja dengan rapi.

Prestasi ini menandai SMAN 2 menjadi sekolah dengan jumlah siswa terbanyak lolos SNBP, menempati peringkat pertama di Jawa Barat dan ketiga di tingkat nasional. SNBP, atau Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi, adalah jalur seleksi yang menilai prestasi akademik dan non-akademik siswa.

“Hari ini SMAN 2 Kota Sukabumi sudah melaksanakan sujud syukur atas keberhasilan siswa siswi kita tembus SNBP (Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi),” kata Staf Humas SMAN 2 Kota Sukabumi, Andriansyah. Ia mengungkapkan, 95 siswa berhasil lolos SNBP ke berbagai perguruan tinggi negeri, baik di dalam maupun luar Jawa.

“Kita mendapatkan 95 siswa yg lulus SNBP di berbagai universitas baik Jawa maupun luar Jawa. Sehingga kita juga mengapresiasi kepada seluruh siswa atas dedikasinya selama tiga tahun ini berhasil,” ujarnya. Kata-kata tersebut mencerminkan rasa bangga dan penghargaan atas kerja keras siswa selama tiga tahun terakhir.

“Insyaallah ini sebagai prestasi yang luar biasa karena sebelum-sebelumnya Smanda tidak sejauh ini. Alhamdulillah tahun ini kita mendapatkan ranking 1 di tingkat Jabar dan ketiga senasional,” sambung Andriansyah. Ia menekankan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kerja keras dan dedikasi yang konsisten.

“Keberhasilan ini tidak instan, mulai dari kelas X, mulai dari pendampingan orang tua, guru BK, seluruh stakeholder di SMAN 2 Kota Sukabumi bagaimana membuat sistem pendidikan yang baik,” jelasnya. Proses panjang dimulai sejak siswa masih duduk di bangku kelas X, melibatkan perencanaan peminatan jurusan, pilihan universitas, dan dukungan orang tua.

Para siswa berhasil menembus perguruan tinggi favorit seperti UI, UPI, IPB, hingga Undip, dengan beragam pilihan fakultas di dalam dan luar Jawa. Keberagaman pilihan ini menunjukkan fleksibilitas dan kesiapan siswa dalam menghadapi berbagai bidang studi.

Konsep MBG prasmanan membawa suasana baru yang lebih interaktif. “Kalau pakai ompreng, kadang ada siswa yang tidak menghabiskan makanannya. Tapi dengan prasmanan, mereka bisa menyesuaikan sendiri, ada yang ambil banyak atau sedikit. Hal ini juga berlaku bagi para guru,” kata dia. Pendekatan ini mengurangi limbah makanan dan meningkatkan kebersihan.

Pihak sekolah berharap inovasi ini dapat terus mendukung kualitas layanan gizi sekaligus menjadi bagian dari apresiasi atas prestasi siswa. Program ini dirancang untuk memotivasi siswa dan mengajarkan kebiasaan makan sehat.

Asisten Lapangan SPPG Keramat Gunungpuyuh, Muhamad Maulana Azis, mengatakan, “Ini adalah bentuk penghargaan dari pihak MBG. SMAN 2 Kota Sukabumi berhasil mencatatkan prestasi luar biasa dengan jumlah siswa terbanyak yang masuk perguruan tinggi negri lewat jalur prestasi (SNBP). Bahkan, masuk peringkat ke satu terbaik di tingkat Jawa Barat,” kata Azis.

Menu khas Nusantara disajikan lengkap dengan nasi tumpeng. Hidangan meliputi nasi kuning, tempe orek, perkedel kentang, bihun, hingga buah potong. Setiap hidangan dipilih untuk memenuhi standar gizi nasional dan menciptakan variasi rasa.

Meskipun menggunakan konsep prasmanan, standar gizi tetap menjadi perhatian utama. Sebanyak 1.440 siswa dan 90 guru tetap mendapatkan asupan sesuai ketentuan. “Kami ingin sayur itu benar-benar dimakan. Maka, sayuran diolah sedemikian rupa menjadi menyerupai koloke dengan isian telur dan siraman saus tiram. Jadi, tampilannya menarik tapi gizinya tetap terpenuhi sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN),” jelasnya. Pendekatan ini memastikan setiap porsi memenuhi kebutuhan nutrisi.

Dari sisi operasional, sistem ini dinilai lebih efisien dan mampu menekan biaya di luar bahan baku. Pengawasan kualitas tetap dilakukan secara ketat oleh tim dari Badan Gizi Nasional. “Mereka tidak segan menegur atau meminta kami melakukan upgrade jika ada peralatan yang kurang memadai. Semua dilakukan agar standar operasional prosedur (SOP) tetap terjaga,” tutupnya. Hal ini menunjukkan komitmen sekolah terhadap standar gizi dan kebersihan.

Acara ini menegaskan bahwa pencapaian akademik siswa dapat dipadukan dengan inovasi pelayanan gizi, sekaligus memperlihatkan bagaimana kerja sama antara sekolah, orang tua, guru, dan lembaga kesehatan dapat menghasilkan sistem pendidikan yang lebih baik. Keberhasilan ini menjadi contoh bagi sekolah lain untuk mengintegrasikan prestasi akademik dengan program kesehatan dan kebahagiaan siswa.

SMAN 2 Kota SukabumiSNBPPrestasi Akademik95 SiswaPrasmanan GiziBadan Gizi NasionalRanking Jawa Barat

Komentar

Memuat komentar...