SMK dan SMA Cimahi Sekolah Maung, Pendaftar Melebihi Kuota

Hendra M. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 180 dibaca
Bisik.id
SMK dan SMA Cimahi Sekolah Maung, Pendaftar Melebihi Kuota

Gambar atau konten salah?

SMK Negeri 1 Cimahi dan SMA Negeri 3 Cimahi kini menjadi dua sekolah yang dipilih untuk program Sekolah Maung (Manusia Unggul) yang diprakarsai oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Program ini menargetkan siswa berprestasi dan menempatkan mereka di jalur akademik, kompetensi non‑akademik, serta kompetensi akademik kejuaraan.

Sejak dibuka, pendaftar terus menambah jumlah. Di SMKN 1 Cimahi, pada 29 Mei 2026 pukul 21.00 WIB, sudah tercatat 1.239 pendaftar. Sekolah ini menyediakan 672 kursi yang terbagi ke beberapa jurusan. Ketua Panitia, Erwin, menjelaskan bahwa pendaftaran masih berjalan hingga jam 21.00 WIB dan jumlah peserta dipastikan akan terus bertambah sampai detik akhir.

Erwin mengatakan, “Jadi sampai jam 6 pagi tadi, pendaftar itu sudah 1.239 anak. Kalau kita melihat kuota, sudah melebihi kuota karena yang dibutuhkan di SMK 1 Cimahi itu hanya 672 orang.”

Proses verifikasi berkas masih berlangsung. Karena banyaknya berkas, verifikasi memerlukan waktu cukup lama. Erwin menambahkan, “Jika berdasarkan hasil verifikasi ditemukan ketidakcocokan pada berkas yang diberikan dan berkas yang diunggah, maka panitia SPMB akan memberikan catatan agar peserta didik melakukan perbaikan terhadap berkas tersebut.”

Verifikasi satu pendaftar memakan waktu sekitar 10 menit. Erwin mengajak orang tua untuk bersabar, “Sekarang sedang tahap verifikasi, kami berharap orangtua bersabar karena verifikasi untuk 1 pendaftar itu sekitar 10 menit. Semuanya akan diverifikasi pasti, sementara kita juga terus menampung pendaftar.”

Program Sekolah Maung tidak lagi menerima jalur afirmasi, zonasi, maupun KETM seperti pada SPMB tahun-tahun sebelumnya. Pendaftar hanya dapat masuk melalui tiga jalur: akademik, kompetensi non‑akademik, dan kompetensi akademik kejuaraan. Dari ketiga jalur tersebut, jalur akademik nilai rapor penuh mencatat 1.118 pendaftar. Ada satu pendaftar dengan potensi akademi IQ dan sekitar 240 pendaftar pada jalur kompetensi non‑akademik, kata Erwin. Ia menegaskan, “Tapi nanti akan dilihat kuota dari masing-masing jalur, kalau tidak terpenuhi dari satu jalur maka kuotanya akan dipindah ke jalur lain. Makanya tidak ada istilah kuota kosong.”

Di sisi lain, SMAN 3 Cimahi juga menjadi sekolah Maung yang ramai. Pada 29 Mei 2026 pukul 11.00 WIB, 606 siswa telah mendaftar, sementara kuota yang tersedia hanya 384 siswa. Kepala SMAN 3, Endi Diana Ruskandi, menjelaskan syarat jalur akademik: rata‑rata nilai rapor minimal 85 dan telah mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Untuk jalur prestasi non‑akademik, pendaftar harus memiliki nilai rapor minimal 80 dan membawa bukti prestasi tingkat provinsi atau sertifikat nasional setara. Endi menambahkan, “Prestasi non‑akademik itu bisa berasal dari bidang olahraga, seni, maupun keagamaan. Tapi tentunya nanti akan ada pemeriksaan dokumen dan medali yang dimiliki setiap pendaftar.”

Dengan jumlah pendaftar yang melampaui kuota, proses seleksi di kedua sekolah ini menjadi semakin ketat. Pendaftaran masih dibuka sampai batas waktu, dan semua berkas akan diverifikasi secara menyeluruh. Pihak sekolah berharap proses ini dapat menyeleksi siswa yang benar-benar memenuhi kriteria program Sekolah Maung.

Secara keseluruhan, program ini menandai upaya pemerintah Jawa Barat untuk menumbuhkan bakat muda melalui jalur seleksi yang ketat dan transparan. Dengan jumlah pendaftar yang tinggi, kedua sekolah di Cimahi menunjukkan minat yang kuat dari masyarakat terhadap pendidikan unggul.

Sekolah MaungPendaftaranVerifikasi BerkasJalur AkademikJalur Kompetensi Non-AkademikSMK Negeri 1 CimahiSMA Negeri 3 Cimahi

Komentar

Memuat komentar...