SMK Negeri 1 Cimahi Sekolah Maung, Siswa Bingung Pilih Jalur

Vera T. · 2 min baca · 1 bulan lalu · 92 dibaca
Bisik.id
SMK Negeri 1 Cimahi Sekolah Maung, Siswa Bingung Pilih Jalur

Gambar atau konten salah?

Di kota Cimahi, seorang siswi berusia 15 tahun bernama Flori bersama ayahnya berangkat ke SMK Negeri 1 Cimahi. Mereka berdua ingin mengetahui cara mendaftar ke sekolah yang selama ini menjadi favorit Flori.

Flori, yang kini berada di kelas IX SMP Negeri 6 Cimahi, sudah memulai pencariannya lebih awal. Hal ini menjadi penting karena pada tahun ini SMKN 1 Cimahi resmi diberi status Sekolah Maung, sebuah inisiatif yang dipimpin oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Di kota ini, selain SMKN 1 Cimahi, ada satu lagi Sekolah Maung, yaitu SMAN 3 Cimahi.

Baik Flori maupun ayahnya tidak memiliki informasi apa pun mengenai Sekolah Maung. Tidak ada sosialisasi dari sekolah tempat Flori menempuh pendidikan saat ini. Mereka harus mencari tahu secara mandiri.

“Ya sekarang cari informasi, kebetulan saya kan memang niatnya melanjutkan sekolah ke SMKN 1 Cimahi. Ternyata sekarang jadi Sekolah Maung, jadi ada persyaratan khusus buat mendaftar,” kata Flori saat ditemui pada Rabu, 20 Mei 2026.

Setelah mendapatkan informasi singkat, Flori mengetahui bahwa Sekolah Maung hanya menerima pendaftar melalui jalur prestasi akademik dan non-akademik. Pendaftaran dimulai lebih awal dibandingkan PPDB reguler.

“Jadi yang kesini cuma bisa jalur prestasi akademik dan non-akademik. Saya memang ingin banget ke sini, jadi mau coba lewat jalur nilai rapor. Informasinya pendaftaran buka 29 Mei,” ujarnya.

Sementara itu, Riki Gunawan, orangtua yang hendak mendaftarkan anaknya ke SMKN 1 Cimahi, harus meluangkan waktu mencari informasi tentang Sekolah Maung. Ia benar-benar tidak memiliki informasi sebelumnya.

“Ya anak kan ingin sekolah kesini, ternyata tadi malam saya cari-cari informasi ini jadi Sekolah Maung. Saya cuti kerja hari ini, demi tanya-tanya informasinya. Kebetulan sekarang lagi ada sosialisasi Sekolah Maung,” kata Riki.

Beberapa hal yang membuatnya bingung adalah pendaftaran Sekolah Maung dibuka tanggal 29 Mei lewat jalur prestasi akademik dan non-akademik, sementara persyaratan pendaftaran dari SMP sang anak baru diterima pada tanggal 10 Juni.

“Itu salah satu yang bikin bingung, saya kan ingin tahu bagaimana solusinya. Jadi jangan akhirnya orangtua dan anak yang kebingungan soal syarat dan tata cara pendaftaran, pihak SMP harus bisa menjelaskan dan kasih solusi,” ungkap Riki.

Ia berharap ada penjelasan lebih jelas atas segala kekhawatiran orangtua menghadapi PPDB Sekolah Maung. “Harusnya sosialisasi lebih masif lagi, kalau perlu KDM yang datang langsung masih penjelasan supaya skema Sekolah Maung ini jelas. Jujur saya sekarang bingung dan pusing cuma buat anak bisa lanjut sekolah ke sekolah yang dia mau,” tutur Riki.

Kepala SMKN 1 Cimahi, Agus Priyatmono, menyatakan bahwa pihak sekolah kini harus melaksanakan kebijakan setelah sekolahnya ditunjuk menjadi Sekolah Maung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. “Ya kami sudah ditunjuk menjadi Sekolah Maung dan harus kami laksanakan. Sekarang kami utamakan bagaimana mensosialisasikan program ini seluas-luasnya terhadap masyarakat,” ujar Agus.

Flori, Riki, dan pihak sekolah semua menantikan proses pendaftaran yang jelas dan terstruktur. Dengan adanya Sekolah Maung, harapannya siswa dapat memilih jalur prestasi yang sesuai, namun masih perlu ada komunikasi yang lebih intensif antara sekolah, orangtua, dan siswa agar tidak ada kebingungan di masa depan.

Sekolah MaungSMKN 1 Cimahipendaftaranjalur prestasiPPDBGubernur Jawa Baratsosialisasi

Komentar

Memuat komentar...