Sopir 19 Tahun Hantarkan Jenazah 17 Jam di Sulawesi
Gambar atau konten salah?
Noval, seorang sopir travel berusia 19 tahun, menjadi sorotan publik setelah video rekaman perjalanan mengantar jenazah dari Kolaka Utara ke Pangkep di Jalan Trans Sulawesi beredar di media sosial. Video tersebut menunjukkan mobil Avanza berwarna silver yang melaju cepat, menyalakan lampu hati-hati, dan menampilkan kain putih di pintu belakang.
Noval mengaku bahwa ia memang mengebut karena ingin jenazah sampai di rumah duka secepat mungkin. Ia menambahkan bahwa rekaman video tersebut tidak ia buat sendiri, melainkan diambil oleh pengendara lain dan kemudian diunggah ke media sosial. “Bukan saya yang rekam itu, pengendara lain, dia upload baru saya minta,” ujarnya.
Perjalanan dimulai ketika keluarga korban menghubunginya pada Sabtu, 4 Maret 2026 malam. Noval menerima orderan tersebut karena merasa kasihan. Ia mengatakan, “Saya dihubungi keluarganya, diminta bawa jenazah ke selatan (Sulawesi Selatan). Saya langsung iyakan karena kasihan. Sabtu malam itu saya berangkat sekitar jam 8.”
Ia tiba di Siwa, Wajo pada Senin, 5 April 2026 sekitar pukul 02.00 WITA. Menurutnya, ia menunggu keluarga jenazah sampai mobil kedua mereka datang pada pukul 06.00 WITA, lalu berangkat ke Pangkep. “Tiba di Siwa sekitar jam 02.00 Wita dan menunggu keluarga jenazah, setelah datang 2 mobil keluarganya jam 06.00 Wita, kami berangkat ke Pangkep,” jelasnya.
Noval menilai perjalanan tersebut memakan waktu sekitar 17 jam. Ia menambahkan, “Jika ditotal, perjalanan dari Kolaka Utara hingga rumah duka memakan waktu sekitar 17 jam. Saya memang ngebut kasihan itu jenazah harus segera dimakamkan sama keluarganya.”
Ia juga menjelaskan bahwa biaya sewa ambulans dari Kolaka Utara ke Pangkep diperkirakan sekitar Rp 15 juta, karena dihitung berdasarkan jarak tempuh. “Kalau pakai ambulans itu hitungannya kilo (kilometer). Biasanya dari Makassar ke Tenggara (Sultra) itu bisa Rp 15-17 juta. Keluarga tidak mampu, jadi saya yang antarkan ke Pangkep,” ungkapnya.
Noval tidak menetapkan tarif khusus untuk mengantar jenazah. Ia hanya meminta pengganti uang bensin kepada keluarga korban. “Tidak ada patokan harga, seikhlasnya saja untuk uang bensin. Ini soal kemanusiaan,” pungkasnya.
Di akhir video, Noval menyampaikan permintaan maaf atas perilakunya yang dianggap “ugalan-ugalan” di jalan. “Mohon maaf saya ugal-ugalan di jalan atas, ada jenazah saya antar ke rumah duka dan adanya keluarga yang menunggu di rumah duka,” tulisnya dalam keterangan video.
Video ini menyoroti tantangan transportasi jenazah di daerah terpencil, di mana biaya ambulans tinggi dan keluarga seringkali harus mencari alternatif. Perjalanan 17 jam yang dilakukan Noval menegaskan betapa pentingnya kemanusiaan dalam situasi sulit.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
