SPMB 2026 Jadi Fokus Utama Dinas Pendidikan Jawa Barat

Sigit W. · 2 min baca · 2 bulan lalu · 97 dibaca
Bisik.id
SPMB 2026 Jadi Fokus Utama Dinas Pendidikan Jawa Barat

Gambar atau konten salah?

SPMB 2026 menjadi fokus utama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Tahun ini, bukan sekadar hitung kapasitas sekolah, melainkan memastikan ratusan ribu lulusan SMP dan MTs dapat dipetakan minat dan tujuan pendidikan mereka.

Secara teknis, 826.996 lulusan SMP dan MTs di Jawa Barat akan mengikuti tahapan pemetaan minat pada akhir 25 Mei 2026. Proses ini merupakan pintu awal sebelum siswa memilih melanjutkan ke SMA, SMK, atau MA.

“Target kita, penginputan peminatan yang akan berlangsung dari tanggal 25 Mei untuk Sekolah Maung dan 29 Mei untuk sekolah reguler itu semuanya sudah bisa diinput oleh anak-anak kita di tiap kabupaten/kota,”

kata Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto, pada hari Rabu (13 Mei 2026). Purwanto menegaskan bahwa Gubernur Jawa Barat menargetkan semua lulusan SMP dan MTs memiliki arah pendidikan yang jelas pada pertengahan Juni 2026, baik ke sekolah negeri maupun swasta.

Meskipun jumlah lulusan mencapai lebih dari 826 ribu siswa, Purwanto memastikan kapasitas sekolah masih mencukupi. Saat ini, total daya tampung SMA, SMK, dan MA di Jabar mencapai 909.183 kursi.

“Dari sisi daya tampung sebenarnya tidak ada masalah. Kalau semuanya masuk ke SMA, SMK, dan MA, itu akan tertampung,”

kata Purwanto. Namun, ia menekankan bahwa tantangan SPMB tidak hanya soal kursi. Pemerintah menghadapi masalah distribusi siswa, pemetaan minat, jarak sekolah, dan memastikan siswa tetap melanjutkan pendidikan.

Oleh karena itu, Dinas Pendidikan Jabar akan menerapkan sistem pemetaan digital. Semua siswa diwajibkan memiliki akun pribadi untuk menginput minat dan pilihan sekolah tujuan masing-masing.

“Semua 826 ribu lulusan di Jawa Barat ini harus mempunyai akun masing-masing,”

tegas Purwanto. Distribusi akun digital bagi siswa akan dilakukan pada 18 hingga 22 Mei 2026. Setelah itu, siswa mulai menginput peminatan sesuai jalur dan sekolah tujuan.

Untuk memastikan proses berjalan lancar, Dinas Pendidikan Jabar membentuk Team Management Office (TMO) di seluruh kabupaten/kota. Tim ini melibatkan dinas pendidikan, cabang dinas, Kementerian Agama, MKKS SMP, hingga Kelompok Kerja Madrasah.

“TMO ini untuk memastikan bahwa tim efektif kita bekerja dengan baik di tingkat kabupaten/kota,”

kata Purwanto. Dengan struktur ini, semua pihak yang terlibat dapat memantau dan menyesuaikan langkah-langkah pemetaan secara real‑time.

SPMB 2026 menandai langkah penting bagi siswa Jawa Barat. Proses pemetaan minat dan digitalisasi data diharapkan dapat mempermudah siswa memilih jalur pendidikan yang sesuai, sekaligus membantu pemerintah menata kapasitas sekolah secara lebih efisien. Dengan dukungan teknologi dan koordinasi lintas lembaga, harapan besar terletak pada terciptanya sistem pendidikan yang lebih terstruktur dan responsif terhadap kebutuhan siswa.

SPMB 2026Dinas Pendidikan Jawa Baratpemetaan minatkapasitas sekolahsistem digitalTeam Management Officeakun digital siswa

Komentar

Memuat komentar...