Suhaenah 86 Tahun, Berangkat Haji, Anak‑Anak Berbagi Biaya

Eko P. · 3 min baca · 2 bulan lalu · 78 dibaca
Bisik.id
Suhaenah 86 Tahun, Berangkat Haji, Anak‑Anak Berbagi Biaya

Gambar atau konten salah?

Suara roda besi yang menekan sambungan rel terdengar di ruang tamu rumah sederhana milik Suhaenah Ekanata, menandai ketegangan menunggu hari keberangkatan ke tanah suci. Ia menunggu beberapa hari lagi, karena pada 20 April 2026 ia akan berulang tahun ke‑86.

Di usia senja, Suhaenah tidak perlu menunggu lama untuk menjejakkan kaki di tanah suci. Tiket haji menjadi hadiah istimewa dari sembilan anaknya. Ia sudah pernah dua kali menjalankan ibadah umroh, namun hatinya tetap menginginkan rukun Islam yang sempurna sebelum menghadap Sang Ilahi.

Suhaenah akan berangkat ke tanah suci ditemani anaknya, Siti Nuryati (55). Ia bisa berangkat lebih cepat karena masuk kuota lanjut usia sekaligus menjadi calon jemaah haji tertua asal Kota Cimahi tahun ini. “Alhamdulillah bisa berangkat tahun ini, kemarin dikasih tahu bulan Oktober. Waktu daftar tahun 2021, masuk kuota lansia,” kata Suhaenah saat ditemui di kediamannya, Kamis (23 April 2026).

Koper‑koper bersih dan perlengkapan untuk 40 hari ke depan sudah dibawa dari rumahnya di Kampung Cilember, RT 05/06, Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Kamis pagi ini menuju KBIH yang dipilihnya. Pada hari keberangkatan, Minggu (26 April 2026), Suhaenah hanya akan membawa satu koper kecil, satu tas ransel, serta tas kecil untuk paspor. Mereka akan berkumpul di Pusdikpom Cimahi pukul 03.00 WIB, lalu bertolak ke BIJB Kertajati sekitar pukul 06.30 WIB.

Menjelang keberangkatan, Suhaenah mempersiapkan fisik dan psikisnya. Ia banyak berolahraga ringan seperti jalan kaki di pagi hari selama 30 menit, menjaga pola makan, dan memperbanyak ibadah sunah. “Ya persiapan seperti olahraga jalan kaki, setiap hari 30 menit. Terus makan dijaga, sama banyak ibadah dan dzikir biar tenang. Bahagia pastinya alhamdulillah,” kata Suhaenah.

Keinginan Suhaenah berangkat haji awalnya diceritakan pada sembilan anaknya. Sebagai seorang janda, anak-anak Suhaenah berhasil menjadi anak yang berbakti. Mereka kemudian dengan ikhlas membiayai keberangkatan Suhaenah ke tanah suci. “Awalnya cerita ke kami anak‑anakku, mau haji. Akhirnya kami semua sepakat patungan buat biaya hajinya. Daftar lah kami semua, tapi yang tahun ini dipanggil baru saya sama ibu, yang lainnya belum,” ujar Siti.

Pemberitahuan masuk daftar haji yang akan diterbangkan tahun ini diterimanya dari Kementerian Haji dan Umrah pada Oktober 2025 setelah adanya kebijakan pembagian kuota yang kini berdasarkan urutan di provinsi. Tidak lagi merujuk pada proporsi penduduk muslim. “Tahun ini ada panggilan masuk jatah untuk kuota lansia. Saya juga berangkat karena menjadi pendamping ibu. Untuk biayanya alhamdulillah sudah dilunasi sama anak‑anak ibu termasuk saya,” kata Siti.

Siti mengatakan sang ibu rutin melakukan medical check‑up karena mengidap darah tinggi dan gula. Obat‑obatan untuk sang ibu sudah ia siapkan. Ia berharap ibadah haji yang akan mereka jalankan bisa berjalan lancar di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah yang sempat memanas. “Obat semua sudah disiapkan. Ya kita berdoa ibadahnya lancar, haji itu kan undangan dari Allah SWT, pokonya kondisinya seperti apa kita serahkan pada Allah, yang penting kita khusyuk ibadahnya,” ujar Siti.

Perjalanan ini menandai titik penting dalam kehidupan Suhaenah. Dengan dukungan anak-anaknya, persiapan fisik, dan doa yang mendalam, ia siap menempuh ibadah haji. Keberangkatan ini juga mencerminkan nilai keluarga dan solidaritas yang kuat, sekaligus menegaskan tekad pribadi untuk menyempurnakan ibadah di tanah suci.

Suhaenah EkanataHajiLansiaCimahiKuota HajiKeluargaPersiapan Fisik

Komentar

Memuat komentar...