Suhu Panas Malam 35‑36°C di Jabodetabek, BMKG Peringatkan

Ika P. · 4 min baca · 2 bulan lalu · 127 dibaca
Bisik.id
Suhu Panas Malam 35‑36°C di Jabodetabek, BMKG Peringatkan

Gambar atau konten salah?

Belakangan ini, banyak orang di Indonesia merasa udara terasa lebih panas, baik di siang maupun di malam hari. Suhu yang terus meningkat membuat beberapa orang tidak nyaman saat beristirahat karena udara terasa pengap.

Fenomena ini tidak hanya terjadi di satu daerah saja. Banyak wilayah di Indonesia yang melaporkan suhu yang lebih tinggi dari biasanya, terutama di malam hari ketika seharusnya udara mulai sejuk.

Menurut BMKG, ada fenomena suhu panas di malam hari yang menyerang sejumlah wilayah Indonesia sejak 28 April 2026. Pada pertengahan bulan April tahun tersebut, sebagian besar wilayah Jabodetabek mengalami cuaca cerah dengan suhu udara yang cukup terik. Plt Deputi Bidang Meteorologi BMKG Andri Ramdhani mengatakan bahwa suhu terukur tertinggi di wilayah Jabodetabek tercatat mencapai 35-36°C di wilayah Jakarta Utara dan sekitarnya.

Berikut beberapa faktor yang menjadi penyebab cuaca harian terasa lebih panas, mulai dari kondisi alam hingga atmosfer:

Posisi semu matahari di lintang Khatulistiwa utara

“Posisi semu matahari di periode April ini berada di sekitar lintang Khatulistiwa bagian utara yang menandakan intensitas sinar matahari cukup intensif di wilayah Indonesia,” tuturnya. Posisi semu matahari ini berarti matahari berada di posisi yang memberikan sinar matahari lebih kuat di wilayah tersebut.

Langit cerah dan minim awan

Tanpa awan yang menghalangi, sinar matahari dapat langsung mencapai permukaan bumi. “Selain itu, langit yang cenderung bersih tanpa awan dari pagi hingga siang hari membuat panas matahari mencapai permukaan bumi tanpa penghalang,” sambung Andri. Hal ini membuat suhu di permukaan menjadi lebih tinggi.

Angin timuran Australia yang kering

Angin timuran dari Australia membawa udara kering. “Sehingga penyinaran permukaan bumi menjadi sangat intensif. Meskipun demikian, kelembapan udara yang masih cukup tinggi di masa transisi, menambah ketidaknyamanan karena keringat yang tidak dapat menguap dengan mudah akibat kandungan uap air yang tinggi di wilayah Indonesia,” tegasnya. Angin ini mengurangi pembentukan awan di wilayah selatan Khatulistiwa, sehingga suhu tetap tinggi.

Andri menilai fenomena ini merupakan bagian dari masa transisi menuju musim kemarau. “Kondisi ini merupakan pertanda masa transisi menuju musim kemarau,” jelasnya. Pada periode peralihan musim, langit lebih cerah dan curah hujan mulai berkurang.

Prediksi musim kemarau 2026

BMKG telah merilis prediksi musim kemarau 2026. Menurut pemantauan, musim kemarau diperkirakan mulai datang secara bertahap pada periode April hingga Juni 2026. Artinya, sejumlah wilayah di Indonesia diprediksi mulai memasuki musim kemarau secara perlahan di bulan Mei ini.

BMKG juga memperkirakan puncak musim kemarau akan terjadi secara bertahap mulai Juli hingga September 2026. Waktu terjadinya puncak musim kemarau di setiap daerah diprediksi berbeda-beda, dengan mayoritas wilayah diperkirakan mengalami puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Musim kemarau diperkirakan akan berakhir pada akhir September 2026 sebelum sebagian wilayah kembali memasuki musim hujan pada Oktober.

Penjelasan BMKG menegaskan bahwa pola musim di Indonesia tidak berlangsung seragam di seluruh daerah karena dipengaruhi oleh karakteristik iklim dan kondisi geografis masing-masing wilayah.

Dampak cuaca panas bagi tubuh manusia

Menurut laman Healthline, suhu panas yang berlangsung lama meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Berikut beberapa gangguan kesehatan yang dapat disebabkan oleh cuaca panas:

1. Migrain – Suhu tinggi disertai kelembapan ekstrem dapat memicu sakit kepala hingga migrain. Penelitian pada 2023 menunjukkan cuaca panas menjadi salah satu faktor yang dapat memicu kambuhnya migrain pada banyak orang.

2. Serangan jantung – Saat suhu lingkungan terlalu panas, jantung harus bekerja lebih keras untuk membantu tubuh menurunkan suhu melalui proses pengeluaran keringat. Kondisi tersebut membuat detak jantung meningkat sehingga dapat memperbesar risiko serangan jantung, terutama pada penderita penyakit jantung.

3. Stroke – Paparan panas berlebih dapat memberikan tekanan pada sistem pembuluh darah. Risiko stroke meningkat pada kelompok lanjut usia maupun orang yang memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau hipertensi.

4. Gangguan tekanan darah – Cuaca panas dapat membuat tekanan darah menjadi tidak stabil. Kondisi ini dapat menyebabkan tekanan darah menurun akibat tubuh kehilangan banyak cairan, atau justru meningkat karena tubuh bekerja lebih keras untuk menurunkan suhu tubuh.

5. Dehidrasi berat – Dehidrasi terjadi ketika cairan tubuh yang hilang melalui keringat tidak segera digantikan dengan asupan air yang cukup. Gejalanya dapat berupa mulut kering, pusing, tubuh lemas, hingga detak jantung meningkat akibat berkurangnya cairan dalam tubuh.

6. Heatstroke atau sengatan panas – Suhu tubuh yang meningkat secara drastis dapat menyebabkan heatstroke. Kondisi ini termasuk darurat medis yang perlu segera ditangani. Gejalanya bisa berupa kebingungan, bicara tidak jelas, perubahan perilaku, hingga kejang. Jika terlambat ditangani, heatstroke dapat berakibat fatal.

FAQ

1. Kenapa siang hari terasa lebih panas dari biasanya? Siang hari terasa lebih panas karena matahari berada pada posisi yang menghasilkan paparan sinar lebih maksimal. Minimnya awan juga membuat panas matahari langsung mencapai permukaan bumi.

2. Bagaimana cara mengatasi cuaca panas ekstrem? Untuk mengatasi cuaca panas, masyarakat disarankan minum cukup air, memakai pakaian ringan, menggunakan pelindung matahari, dan mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari.

3. Apakah cuaca panas akhir-akhir ini akan berlangsung lama? Durasi cuaca panas bergantung pada kondisi atmosfer dan pergerakan musim. BMKG biasanya memberikan pembaruan cuaca secara berkala sesuai perkembangan terbaru.

Cuaca panas akhir-akhir ini disebabkan oleh kombinasi posisi semu matahari, langit cerah, angin kering dari Australia, dan masa transisi menuju musim kemarau. Prediksi BMKG menunjukkan musim kemarau akan mencapai puncak pada Agustus 2026, sementara puncak musim hujan diperkirakan akan kembali pada Oktober. Dampak kesehatan yang muncul, seperti migrain, serangan jantung, stroke, gangguan tekanan darah, dehidrasi berat, dan heatstroke, menuntut masyarakat untuk lebih waspada dan menjaga kebugaran tubuh. Dengan memahami penyebab dan dampak cuaca panas, masyarakat dapat mengambil langkah preventif yang tepat, seperti menjaga hidrasi, mengenakan pakaian ringan, dan menghindari aktivitas berat di siang hari.

Suhu Panas MalamBMKGPosisi Semu MatahariAngin Timuran AustraliaMusim Kemarau 2026MigrainHeatstroke

Komentar

Memuat komentar...