Sukabumi Kirim 18 Jemaah Haji ke Tanah Suci 7 Mei 2026

Ratna D. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 139 dibaca
Bisik.id
Sukabumi Kirim 18 Jemaah Haji ke Tanah Suci 7 Mei 2026

Gambar atau konten salah?

18 calon jemaah haji asal Kota Sukabumi telah dipastikan akan berangkat ke Tanah Suci pada 7 Mei 2026. Jumlah ini turun drastis dibanding tahun sebelumnya. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Sukabumi, Apipudin, menjelaskan penurunan tersebut disebabkan penyesuaian kuota haji di tiap daerah.

Tahun ini, Kota Sukabumi hanya mendapat jatah 35 orang. Namun calon jemaah yang berangkat pun tak sampai memenuhi kuota. “Yang kemungkinan berangkat hampir pasti, sekitar 95 sampai 100 persen, hanya 18 orang dari total kuota 35,” kata Apipudin pada 10 April 2026.

Ia menjelaskan rincian kuota: 14 orang belum melunasi biaya haji. Dari 21 orang yang sudah lunasi, dua di antaranya mutasi ke Kota Bogor dan satu jemaah masuk dari Jawa Tengah. Jadi tersisa 20 orang, namun dua orang (suami-istri) menunda keberangkatan, sehingga totalnya menjadi 18 jemaah.

Persiapan keberangkatan sudah dilakukan melalui beberapa tahapan. Manasik haji tingkat kecamatan digelar pada 11-14 Februari 2026 di KUA masing-masing, lalu dilanjutkan manasik tingkat kota pada 2 April 2026. Dalam waktu dekat, para jemaah juga akan menjalani vaksinasi polio dan meningitis yang dijadwalkan pada 11 April 2026. Selain itu, pembinaan Ketua Rombongan (Karom) dan Ketua Regu (Karu) juga tengah berlangsung di Asrama Haji Indramayu.

Jemaah akan diberangkatkan pada 7 Mei 2026, masuk gelombang kedua dalam Kloter 13 JKS. Mereka akan bergabung dengan jemaah dari Kabupaten Sukabumi dan Kota Bekasi. “Masuk gelombang kedua, jadi ke Mekkah dulu baru ke Madinah. Diperkirakan kembali ke tanah air 17 Juni 2026,” tuturnya.

Dia mengatakan, para calon jemaah haji yang berangkat tahun ini rata-rata telah menunggu antrean selama 12-13 tahun. Jemaah tertua berusia 85 tahun atas nama Nurlaela, sementara yang termuda berusia 18 tahun, Aliyyah Nabillah Puteri. Empat petugas turut diberangkatkan untuk mendampingi jemaah, terdiri dari ketua kloter, pembimbing ibadah, serta dua tenaga kesehatan. Kesehatan jemaah jadi perhatian utama selama di sana.

Apipudin juga mengingatkan jemaah untuk menjaga kondisi fisik, mengingat cuaca di Arab Saudi diprediksi lebih panas. “Ibadah haji itu 95 persen mengandalkan fisik. Jadi jemaah harus menjaga kesehatan, olahraga, dan pola makan,” ujarnya.

Antisipasi dampak konflik di Timur Tengah menjadi bagian penting persiapan. Pemerintah pusat telah menyiapkan sejumlah skenario, termasuk perubahan jalur penerbangan. “Skenario pertama tetap berangkat, tapi jalur diubah, misalnya memutar lewat Afrika sehingga durasi penerbangan lebih lama,” kata Apipudin. “Skenario kedua, pemerintah Indonesia bisa menunda keberangkatan demi keamanan jika situasi memburuk, dengan jaminan diberangkatkan tahun berikutnya tanpa biaya tambahan.” Sementara skenario ketiga, “jika Arab Saudi yang membatalkan, maka itu di luar kewenangan kita,” pungkasnya.

Keputusan akhir akan disesuaikan dengan kondisi keamanan dan kesehatan. Persiapan matang, penurunan kuota, serta keprihatinan terhadap kesehatan dan keamanan menjadi fokus utama bagi jemaah Sukabumi 2026. Kegiatan ini menandai komitmen pemerintah daerah dalam memfasilitasi ibadah haji, sekaligus menyesuaikan diri dengan dinamika global yang terus berubah.

Jemaah HajiKota SukabumiKuota HajiManasik HajiVaksinasi PolioGelombang KeduaAntisipasi Konflik

Komentar

Memuat komentar...