Sukabumi Rekor Non-Accident, Tantangan Sampah Jadi Sorotan
Gambar atau konten salah?
Sukabumi, 30 Maret 2026 – Sektor pariwisata di kabupaten ini mencatat performa positif sepanjang masa libur Idul Fitri 2026. Pemerintah daerah melaporkan nihilnya kecelakaan fatal atau zero accident di berbagai destinasi unggulan yang dikelola oleh Dinas Pariwisata. Meskipun begitu, tantangan pengelolaan limbah kini menjadi sorotan utama dalam evaluasi kepemimpinan daerah.
Menurut Ali Iskandar, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, aspek keselamatan pengunjung menjadi parameter utama keberhasilan manajemen wisata tahun ini. Ia menegaskan, “Alhamdulillah, non-accident. Walaupun ada sedikit cedera di Geyser Cisolok, namun langsung ditangani pada detik pertama dan mendapatkan santunan. Ini membuktikan bahwa penyelenggara hadir dan bertanggung jawab penuh terhadap keamanan serta kenyamanan wisatawan sesuai norma ketentuan yang berlaku,”.
Di lapangan, beberapa insiden cedera ringan terjadi. Penanganan medis dan administratif dilakukan seketika di lokasi kejadian. Santunan diberikan segera, menunjukkan kesiapan tim medis dan petugas keamanan di setiap titik wisata.
Keberhasilan menjaga stabilitas keamanan ini beriringan dengan melonjaknya angka kunjungan wisatawan ke wilayah tersebut. Kebijakan pemerintah kabupaten Sukabumi yang memberlakukan diskon tarif sebesar 50 % menjadi Rp 6.000 per orang terbukti efektif menarik minat masyarakat di tengah momentum hari raya. Selama periode 23 hingga 26 Maret 2026, tercatat sebanyak 25.664 orang mengunjungi enam destinasi yang dikelola Pemkab Sukabumi.
Geyser Cisolok mencatatkan kunjungan tertinggi dengan 8.130 orang, diikuti Pantai Minajaya dengan 5.902 pengunjung dan Curug Cikaso sebanyak 4.119 orang. Kepadatan wisatawan juga terlihat di Pondok Halimun yang menyedot 3.603 pelancong, Curug Sodong dengan 2.555 orang, serta Cinumpang yang didatangi oleh 1.355 wisatawan.
Dari total pendapatan yang dihimpun sebesar Rp 153.984.000, pemerintah mengalokasikan Rp 25.664.000 khusus untuk premi asuransi pengunjung. Langkah ini merupakan bentuk mitigasi risiko untuk menjamin perlindungan hukum dan keselamatan bagi para pelancong.
Di tengah capaian keselamatan tersebut, sektor pariwisata Sukabumi masih menghadapi tantangan ekologis yang serius. Persoalan sampah di lokasi wisata menjadi poin evaluasi dari Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat. Ali Iskandar mengakui bahwa sistem yang berjalan saat ini masih bersifat konvensional, yakni menggunakan pola kumpul, angkut, dan buang. Ia menambahkan, “Ke depan, harapannya setiap kawasan punya tempat pengolahan sampah mandiri. Jadi sampah selesai di sana di hulu, tidak semua dibuang ke TPA. Kita ingin menuju zero waste,”.
Pemerintah daerah berkomitmen untuk melakukan penataan kawasan wisata, termasuk di wilayah Palabuhanratu, agar lebih terintegrasi dan ramah lingkungan. Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pariwisata Sukabumi dari sekadar destinasi massal menjadi kawasan wisata yang berkelanjutan.
Secara keseluruhan, Sukabumi berhasil menampilkan kombinasi antara keamanan, aksesibilitas, dan potensi ekonomi selama liburan Idul Fitri. Namun, keberlanjutan akan bergantung pada pelaksanaan kebijakan pengelolaan limbah yang lebih baik dan integrasi kawasan wisata yang lebih terencana.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
