Syahrir, 13 Des 2008, Temukan Kerentanan Website San Diego
Gambar atau konten salah?
Muhammad Syahrir Hamdani lahir di Pinrang, 13 Desember 2008. Saat ini masih duduk di kelas 2 SMA, ia sudah dikenal sebagai pemecah masalah keamanan siber di tingkat nasional maupun internasional.
Di 27 April 2026, Syahrir mengunjungi website University of San Diego di Amerika Serikat. Ia mengikuti program “bug hunting” yang diadakan kampus tersebut. “Jadi awalnya saya ising, itu dari kampus San Diego buka bug hunting, siapapun yang dapat celah keamanan itu dapat sertifikat apresiasi,” ungkapnya.
Syahrir memulai risetnya pada 1 Januari 2026. Selama dua hari, ia melakukan scanning dan analisis mendalam. “Saya mencoba melakukan riset keamanan terhadap website dan ada kerentanan dari website, saya bisa lihat, saya bisa edit,” jelasnya. Ia menemukan celah yang memungkinkan pengeditan data di sistem website kampus.
Temuan tersebut langsung diakui oleh pihak kampus. “Saya dapat itu cuman 2 hari, saya coba scanning sebentar dan dapat celah kerentanan,” tambahnya. Sebagai penghargaan, kampus memberikan sertifikat apresiasi kepada Syahrir.
Prestasi di luar negeri bukan satu-satunya pencapaian Syahrir. Di dalam negeri, ia menerima penghargaan dari berbagai instansi. “Kalau di dalam negeri itu lumayan banyak saya dapat penghargaan terkait menemukan kerentanan dalam website. Ada dari Pemkot Makassar, Kementerian PU dan ada juga dari media yakni detikcom,” ucapnya.
Minatnya pada dunia digital dimulai sejak SMP. Ia belajar membuat website di warung internet (warnet) yang ada di rumahnya. “Sejak SMP belajar. Dulu itu ada warnet di rumah jadi akses saya lebih mudah untuk belajar,” cerita Syahrir.
Motivasinya muncul dari banyaknya berita tentang website pemerintah yang mudah dibobol. “Saya termotivasi karena banyak website terutama yang milik pemerintah itu mudah dibobol hingga data-data kita bisa diakses orang lain. Bahkan Indonesia terkenal menjadi bahan belajar untuk hacker pemula karena sistem yang lemah,” terungkapnya.
Daftar Prestasi
- Temukan celah kerentanan pada sistem University of San Diego, Amerika Serikat
- Sertifikat apresiasi atas penemuan kerentanan pada sistem KEMENPU
- Peraih Medali Perak Informatika oleh PUSKANAS
- Sertifikat apresiasi dari Kominfo Kota Makassar atas penemuan celah di subdomain makassar.go.id
- Penemuan celah kerentanan pada sistem Kota Bogor dan sertifikat apresiasi (hsr/asm)
Dengan usia masih di bawah dua puluh tahun, Syahrir sudah menunjukkan kemampuan teknis yang luar biasa. Ia tidak hanya meneliti sistem asing, tetapi juga aktif membantu pemerintah dan swasta di Indonesia untuk memperbaiki keamanan website. Keberhasilannya menegaskan pentingnya peran pemuda dalam menjaga keamanan digital negara.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Webinar AI untuk Riset Akademik: Percepat Skripsi dan Tesis
Menteri Dorong Rektor Naikkan Gaji Dosen
Stella Christie: Kunci RI Kuasai AI Ada di Data
SPP SMA Negeri Jawa Barat Akan Dihidupkan Kembali?
Prabowo Hentikan MBG untuk Anak Orang Kaya
BGN Kaji Libatkan Kantin Sekolah untuk MBG
DPR Desak Penataan Taxiway Bandara Halim
Menkeu Purbaya: Surat Tambahan Anggaran IKN Rp 2,86 T Belum Sampai
