Tanggul Sungai Tuntang Jebol, Banjir Melanda Desa Trimulyo

Bayu K. · 3 min baca · 3 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Tanggul Sungai Tuntang Jebol, Banjir Melanda Desa Trimulyo

Gambar atau konten salah?

Tanggul Sungai Tuntang di Desa Trimulyo, Kecamatan Guntur, Kabupaten Demak, 05 April 2026 mengalami kerusakan parah. Pada hari Jumat, struktur tanggul jebol setelah menahan debit air tinggi akibat hujan deras semalam. Air mulai melimpas sejak pagi, menembus perumahan warga hingga setinggi satu meter.

Ismono, warga RT 1 RW 5, Dusun Selondoko, menjadi salah satu yang berusaha menambah ketinggian tanggul. Ia mengaku, “Kita karena biasanya di sini tuh hanya limpas, tidak pernah jebol. Jadi kita bersama warga itu kita berjibaku untuk peninggian tanggul, biar untuk hanya untuk jaga-jaga limpas saja,” detikJateng. Ismono menambahkan bahwa ia segera mengunjungi kantor BPBD untuk mengambil karung kosong, lalu kembali ke dusun bersama warga. Ia mengisi karung dengan tanah dan pasir, mengatakan, “Pagi mulai limpas itu warga sudah mulai berjibaku, waktu itu saya juga baru pulang dari Demak ambil karung di kantor BPBD. Dari BPBD saya dikasih eh 300 karung kosong.”

Setelah selesai mengisi karung, Ismono kembali ke rumah dan berusaha mengamankan barang-barangnya. Namun, tanggul tidak mampu menahan tekanan air. Ia melaporkan, “Kemudian saya ke depan (kembali ke rumah) untuk istilahnya ya ngaman-ngamanke barang saya, tak taruh di tempat yang lebih tinggi. Habis itu ternyata dari belakang sudah teriak-teriak ‘awas-awas, jebol-jebol!’ Nah, dari situ langsung pada lari yang penting nyawa masih selamat.”

Kerusakan yang terjadi cukup parah. Rumah Ismono termasuk yang terdampak, sehingga ia harus menginap di rumah saudara. Ia menjelaskan, “Rumah rusak berat ada 13, rumah hanyut ada sembilan, rumah rusak ringan ada enam. Sampai saat ini untuk saya sendiri kalau nginep, kita di rumah saudara.”

Ismono juga menegaskan kebutuhan bantuan yang mendesak. Ia menyatakan, “Kami sangat-sangat membutuhkan bantuan baik itu berupa makanan, pakaian layak pakai, air. Untuk saya sendiri kaos ini pun saya juga sudah minta ke orang karena yang saya bawa hanya celana sama pakaian satu saja (saat banjir terjadi).”

Perangkat Desa Trimulyo, Rofiq, memberikan rincian teknis tentang kerusakan. Ia mengatakan, “Tanggul Sungai Tuntang jebol sekitar pukul 11.00 WIB. Tanggul yang tak mampu menahan debit air tinggi imbas hujan deras ditengarai menjadi penyebabnya.” Rofiq menjelaskan bahwa hujan di daerah atas, khususnya di Kedungjati, Kabupaten Grobogan, tetap mengalir ke Sungai Tuntang, sehingga menambah beban pada tanggul.

Rofiq merinci bahwa ada tiga titik tanggul yang jebol di dua desa. Di wilayahnya, lebar tanggul jebol mencapai sekitar 15 meter. Ia menambahkan, “Tanggul jebol ada dua untuk Trimulyo, tambah satu untuk di Kelurahan Sidoharjo. Trimulyo (lebarnya) sekitar yang di RT 1 RW 4 itu kurang lebih di 10 meter, untuk yang di RT 1 RW 5 kurang lebih di 15 meter.”

Waktu kejadian, hujan deras semalam menyebabkan debit air meningkat drastis. Tanggul yang dirancang untuk menahan air di atas satu meter tidak mampu menahan tekanan tersebut. Akibatnya, air mengalir masuk ke perumahan, menimbulkan banjir setinggi satu meter di beberapa rumah.

Kerusakan ini menyoroti pentingnya pemeliharaan tanggul secara rutin, terutama di daerah yang rawan banjir. Warga yang berusaha menambah ketinggian tanggul menggunakan karung tanah dan pasir masih belum cukup, menunjukkan bahwa tanggul tersebut tidak dirancang untuk menahan beban tambahan semacam itu. Selain itu, jumlah rumah yang rusak berat, hanyut, dan ringan menunjukkan dampak luas dari kerusakan ini.

Keadaan saat ini masih memerlukan bantuan mendesak, baik berupa makanan, pakaian, maupun air bersih. Warga yang terdampak, termasuk Ismono, masih mencari tempat tinggal sementara. Kerusakan ini menjadi peringatan bagi pihak berwenang untuk memperkuat infrastruktur dan menyiapkan rencana mitigasi banjir yang lebih baik di masa depan.

Tanggul Sungai TuntangDesa TrimulyoBanjirBPBDKarung tanah pasirKerusakan parahBantuan mendesak

Komentar

Memuat komentar...