Tarwiyah 8 Dzulhijjah: Debat Hadits, Umat Jawa Tengah Puasa

Dani L. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 83 dibaca
Bisik.id
Tarwiyah 8 Dzulhijjah: Debat Hadits, Umat Jawa Tengah Puasa

Gambar atau konten salah?

Senin, 25 Mei 2026, jatuh pada 8 Dzulhijjah 1447 H. Pada hari ini, umat Islam di seluruh Jawa Tengah menunaikan puasa Tarwiyah. Puasa ini memiliki keutamaan yang disebutkan dalam hadits, namun keabsahannya masih menjadi perdebatan di kalangan ulama.

Menurut buku Fiqih Kontroversi Jilid 2: Beribadah antara Sunnah dan Bid'ah karya HM Anshary, hadits berikut menegaskan keutamaan puasa Tarwiyah:

“Puasa pada hari Tarwiyah menghapuskan (dosa) satu tahun, dan puasa pada hari Arafah menghapuskan (dosa) dua tahun.”

Namun, beberapa ulama menilai hadits ini lemah atau bahkan palsu, karena perawi Muḥammad bin Saʿbī al‑Kalby dianggap sebagai pendusta. Wallahu aʿlam bish‑shawab. Walaupun demikian, jika keutamaan puasa Tarwiyah dianggap tidak sah, umat tetap memperoleh manfaat puasa Dzulhijjah, karena Nabi SAW tidak pernah melewatkan puasa sembilan hari pertama bulan kedua belas Hijriah.

Puasa Tarwiyah dilakukan seperti puasa-puasa lain: berbuka saat matahari terbenam. Berikut jadwal buka puasa Tarwiyah hari ini di 35 kabupaten/kota Jawa Tengah, diambil dari laman resmi Bimas Islam Kementerian Agama.

  • Banjarnegara: 17.34 WIB
  • Banyumas: 17.35 WIB
  • Batang: 17.34 WIB
  • Blora: 17.27 WIB
  • Boyolali: 17.27 WIB
  • Brebes: 17.37 WIB
  • Cilacap: 17.36 WIB
  • Demak: 17.31 WIB
  • Grobogan: 17.29 WIB
  • Jepara: 17.31 WIB
  • Karanganyar: 17.28 WIB
  • Kebumen: 17.33 WIB
  • Kendal: 17.32 WIB
  • Klaten: 17.29 WIB
  • Kudus: 17.30 WIB
  • Magelang: 17.31 WIB
  • Pati: 17.29 WIB
  • Pekalongan: 17.35 WIB
  • Pemalang: 17.36 WIB
  • Purbalingga: 17.35 WIB
  • Purworejo: 17.32 WIB
  • Rembang: 17.28 WIB
  • Semarang: 17.31 WIB
  • Sragen: 17.31 WIB
  • Sukoharjo: 17.29 WIB
  • Tegal: 17.36 WIB
  • Temanggung: 17.36 WIB
  • Wonogiri: 17.28 WIB
  • Wonosobo: 17.37 WIB
  • Kota Magelang: 17.31 WIB
  • Kota Pekalongan: 17.34 WIB
  • Kota Salatiga: 17.35 WIB
  • Kota Semarang: 17.31 WIB
  • Kota Solo: 17.29 WIB
  • Kota Tegal: 17.37 WIB

Setelah menunaikan puasa Tarwiyah, umat diharapkan membaca doa buka puasa. Doa ini berasal dari riwayat shahih, diambil dari buku Sukses Dunia‑Akhirat Dengan Doa‑Doa Harian oleh Mahmud Asy‑Syafrowi:

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوْقُ وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْشَاءَ الله

Arab Latin: Dzahabadz‑zhama'u wabtallatil‑uruuqu wa tsabatal‑ajru insyaa Allah.

Arti: “Telah hilang rasa haus, dan urat‑urat telah basah serta pahala akan tetap, insya Allah.” (HR Abu Dawud, Daruquthni, Hakim, dan an‑Nasa'i)

Selain doa, ada beberapa sunnah yang dianjurkan saat berbuka puasa Tarwiyah. Berikut rangkuman dari buku Sifat Puasa Nabi SAW dan 20 Amalan Ringkas di Bulan Ramadhan oleh Raehanul Bahraen dan Rafif Zufarihsan:

  1. Segera Berbukaلا يَزَالُ النَّاسُ بِخَيْرٍ مَا عَجَلُوا الْفِطْرَ Artinya: “Manusia senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan waktu berbuka.” (HR Bukhari no 1957 dan Muslim no 1098)
  2. Awali Buka Puasa dengan Basmalah – “Wahai anakku, jika engkau hendak makan ucapkanlah bismillah, makanlah dengan tangan kananmu dan makanlah makanan yang berada di dekatmu.” (HR Thabrani dengan derajat sanad shahih menurut Syaikh al‑Albani)
  3. Buka dengan Kurma Basah, Kurma Kering, atau Airكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُفْطِرُ قَبْلَ أَنْ يُصَلِّيَ عَلَى رُطَبَاتٍ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ رُطَبَاتٌ فَتُمَيْرَاتٌ، فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تُمَيْرَاتٌ حَسَا حَسَوَاتٍ مِنْ مَاءٍ Artinya: “Nabi SAW biasa berbuka dengan ruthab (kurma basah), jika tidak ada, dengan tamr (kurma kering), jika tidak ada, beliau meneguk beberapa teguk air.” (HR Ahmad no 163 dan Abu Dawud no 306)

Setelah menuntaskan puasa Tarwiyah hari ini, besok, 26 Mei 2026, umat diharapkan melaksanakan puasa Arafah. Puasa ini memiliki keutamaan yang sama besar, yaitu menghapus dosa setahun lalu dan setahun mendatang. Niat puasa Arafah harus ada di hati, dan bagi yang mengikuti pendapat sunnahnya membaca niat, lafaznya adalah:

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةَ اللَّهِ تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu shauma 'arafah sunnatan lillaahi ta'aalaa.

Arti: “Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah Ta'ala.”

Dengan mengikuti jadwal, doa, dan sunnah yang telah dijelaskan, umat dapat menunaikan puasa Tarwiyah dan puasa Arafah dengan penuh kesadaran. Praktik ini membantu menjaga keteguhan iman dan memperkuat hubungan spiritual selama bulan Dzulhijjah.

Puasa TarwiyahDzulhijjahHaditsUlamaPuasa ArafahJawa TengahDoa Buka Puasa

Komentar

Memuat komentar...