Tomat Dipanen di Stasiun Tiangong, Uji Pertanian Aeroponik

Endah K. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 115 dibaca
Bisik.id
Tomat Dipanen di Stasiun Tiangong, Uji Pertanian Aeroponik

Gambar atau konten salah?

Tomat berhasil dipanen di luar angkasa oleh astronaut China di stasiun Tiangong. Keberhasilan ini menandai langkah penting untuk sistem pertanian yang dapat mendukung misi jauh di luar Bumi.

Tanaman ditanam menggunakan sistem aeroponik, teknologi yang menyemprotkan kabut air bernutrisi langsung ke akar tanpa memakai tanah. Cara ini cocok di lingkungan mikrogravitasi karena tidak memerlukan media tanam tradisional.

Penanaman dilakukan di area khusus yang disebut healing corner di dalam stasiun. Astronaut Zhang Hongzhang memperlihatkan pertumbuhan tanaman yang tetap subur meski berada di ruang angkasa.

Sistem ini menggunakan spektrum cahaya LED khusus yang sangat meningkatkan efisiensi energi, ujar Zhang Hongzhang, astronaut misi Shenzhou XXI.

Ia menjelaskan bahwa kombinasi teknologi aeroponik dan pencahayaan tersebut membuat tanaman tetap berkembang meski berada di luar angkasa. Sistem ini memanfaatkan lampu LED yang memancarkan cahaya pada panjang gelombang tertentu, sehingga tanaman dapat fotosintesis dengan efisien.

Perangkat penanaman dikirim ke Tiangong melalui wahana kargo Tianzhou-9 pada 2025. Pengiriman ini bertujuan menguji teknologi penting untuk budidaya tanaman secara efisien di lingkungan tanpa gravitasi.

Eksperimen ini menjadi bagian dari upaya pengembangan sistem pendukung kehidupan berbasis biologi yang akan dibutuhkan dalam misi luar angkasa jangka panjang. Selain eksperimen ilmiah, keberadaan tanaman juga memberi dampak psikologis positif bagi astronaut.

Melihat warna hijau yang hidup di luar angkasa sangat menenangkan, ujar Zhang Lu, astronaut dalam misi tersebut.

Astronaut Wu Fei juga mengungkapkan bahwa tomat yang tumbuh di orbit memiliki aroma segar yang khas. Setiap kali melewati area ini, saya ingin menarik napas dalam dan menikmati aromanya, kata Wu Fei, astronaut Shenzhou XXI.

Data dari eksperimen ini akan digunakan untuk memahami pertumbuhan tanaman di luar angkasa, termasuk produktivitas, efisiensi, dan perawatan optimal. Informasi ini penting bagi perencanaan misi ke Bulan dan Mars.

China berencana memperluas eksperimen dengan menanam berbagai tanaman lain, seperti gandum, wortel, hingga tanaman obat. Pengembangan teknologi ini diharapkan mendukung keberlangsungan hidup manusia dalam misi ke Bulan dan Mars.

Keberhasilan menanam tomat di stasiun Tiangong menunjukkan bahwa pertanian mikrogravitasi sudah dapat berjalan, memberi harapan bagi misi luar angkasa jangka panjang. Dengan kombinasi aeroponik, pencahayaan LED, dan dukungan psikologis, manusia dapat memproduksi makanan sendiri di luar Bumi, mengurangi ketergantungan pada suplai dari Bumi.

TomatLuar AngkasaAeroponikPencahayaan LEDPertanian MikrogravitasiMisi Jangka PanjangPsikologis PositifBulan dan Mars

Komentar

Memuat komentar...