Tradisi nanas bawa sial, lantai marmer rumah baru rusak
Gambar atau konten salah?
Sebuah keluarga di Singapura mengalami kejutan tak menyenangkan setelah menjalani tradisi pindah rumah yang melibatkan buah nanas. Tradisi menggulingkan nanas di dalam rumah baru, yang dipercaya bisa membawa keberuntungan, justru berakhir dengan lantai marmer yang rusak.
Kisah ini dibagikan oleh Erica Zhao, seorang kreator konten dan ibu tiga anak, melalui akun Instagram pribadinya pada 16 Juni 2024. Dalam unggahannya, ia menceritakan pengalaman keluarganya sebagai peringatan bagi pemilik rumah baru. Video yang ia buat diberi judul "A little PSA for all new homeowners!"
Menurut cerita Erica, keluarganya melakukan ritual dengan menggulingkan buah nanas di dalam rumah baru mereka. Setelah digulingkan, nanas tersebut dibiarkan begitu saja di lantai selama tiga hari. Mereka tidak menyangka bahwa buah itu akan menimbulkan masalah.
Saat kembali ke rumah, mereka menemukan noda putih besar di lantai marmer. Noda itu tampak seperti bekas goresan yang sulit dihilangkan. Setelah mencari tahu penyebabnya, keluarga tersebut menyadari bahwa nanas memiliki kandungan asam alami yang bisa merusak permukaan tertentu.
Masalahnya semakin parah karena cuaca panas di Singapura. Suhu tinggi membuat cairan dari nanas keluar dan meresap ke lantai. Asam dari buah tersebut bereaksi dengan permukaan marmer, meninggalkan bekas yang tidak bisa dibersihkan begitu saja.
Melalui unggahannya, Erica mengingatkan pemilik rumah baru yang ingin menjalankan tradisi serupa agar lebih berhati-hati. Ia menyarankan untuk meletakkan nanas di atas nampan atau membungkusnya dengan kain sebelum digulingkan di dalam rumah. "Ini langkah sederhana yang bisa menyelamatkan kamu dari masalah yang tidak perlu nantinya," tulis Erica.
Cerita ini pun ramai mendapat tanggapan dari warganet. Banyak yang mengaku baru mengetahui bahwa ritual dengan nanas bisa berdampak pada kondisi lantai rumah. "Info yang bagus! Aku tidak tahu soal ini," tulis salah satu netizen. Beberapa lainnya juga mengaku pernah melakukan hal yang sama tanpa menyadari risikonya.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa tradisi atau ritual yang melibatkan bahan-bahan alami perlu dilakukan dengan hati-hati. Buah seperti nanas, yang mengandung asam tinggi, bisa meninggalkan kerusakan permanen jika dibiarkan bersentuhan langsung dengan permukaan lantai dalam waktu lama, terutama di daerah beriklim panas.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
