Triyono Ditemukan Setelah 5 Hari Hilang di Hutan Binangun
Gambar atau konten salah?
Sugi Triyono (26) warga Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, hilang selama lima hari di kawasan hutan Binangun. Ia ditemukan pada hari keenam, dan kondisinya mulai membaik.
Menurut Suyitno, kepala dusun Tambaksari sekaligus sepupu korban, Sugi mengaku hanya hilang semalam. “Pas ketemu saya tanya, dia malah balik nanya, 'Memang saya hilang berapa hari?' Saya bilang lima hari, ini hari keenam. Dia malah bingung, katanya merasa cuma sebentar, kayak semalaman saja,” ungkapnya.
Setelah ditemukan, Sugi dibawa ke RSUD Cilacap. Ia kini menjalani rawat jalan dan dijadwalkan kontrol kembali pada hari Sabtu mendatang. “Alhamdulillah sudah ada peningkatan, agak membaik. Sekarang rawat jalan,” jelas Suyitno.
Selama lima hari di hutan, Sugi mengaku hanya bertahan hidup dengan meminum air dari kubangan di tengah kawasan hutan. “Di antara bukit kanan kiri itu ada kubangan air. Dia minumnya di situ. Kalau makan katanya nggak ada, cuma minum saja,” kata Suyitno.
Ketika ditemukan, Sugi tidak tampak lemas. Ia masih mampu berjalan sendiri. “Waktu ketemu itu nggak lemas. Dia lagi nongkrong. Setelah disuapin dan dikasih minum, saya mau gendong nggak mau. Langsung berdiri jalan sendiri,” terungkapnya.
Warga juga heran kondisi telapak kakinya. Ia tidak memakai sandal saat masuk hutan, namun kakinya bersih tanpa luka. “Saya lihat sendiri kakinya bersih. Padahal lima hari di hutan tanpa sandal. Nggak ada luka sedikit pun di telapak kakinya,” sampaikan Suyitno.
Peristiwa bermula ketika Sugi sempat pingsan saat berjualan bubur ayam keliling menggunakan sepeda motor pada akhir April lalu. Ia dirawat selama dua hari di puskesmas. “Sehari-hari dia memang dagang bubur ayam. Jam setengah enam pagi sudah keliling,” kata Suyitno. Setelah pulang, keluarga melihat perubahan perilaku: lebih pendiam dan sering mengeluhkan dada terasa panas. “Setelah pingsan itu memang ada beda sedikit. Jadi pendiam, nggak seperti biasanya,” ujarnya.
Orang tua Sugi khawatir ia jenuh di rumah, sehingga mengajak ke area kebun dan hutan untuk memanen kacang sebagai bentuk refreshing. Namun di tengah perjalanan, Sugi tiba‑tiba berlari ke arah hutan lebat setelah melihat seseorang menebang pohon pisang. “Pas ada orang nebang pisang, dia malah lari ke arah hutan yang lebat,” kata Suyitno.
Ratusan warga bersama Basarnas, relawan, dan berbagai unsur lain menyisir kawasan hutan selama 24 jam setiap hari. Drone dengan sensor suhu turut diterjunkan. “Radius sampai lebih dari 10 kilometer diputerin terus. Tapi nggak ada jejak sama sekali,” ungkap Suyitno.
Menurutnya, kawasan hutan Binangun bukan hutan yang sepenuhnya tertutup. Sebagian area merupakan kebun warga yang ditanami pisang dan masih sering dilalui masyarakat. “Yang lebat paling sekitar 70 persen. Sisanya kebun warga, tiap hari ada aktivitas manusia,” jelasnya.
Di balik pencarian itu, berkembang pula cerita mistis. Banyak sesepuh kampung meyakini Sugi “ditutupi makhluk halus” sehingga tidak terlihat tim pencari. “Hampir 30 orang bilang kalau dia ditutupin makhluk halus,” kata Suyitno.
Kepercayaan itu muncul karena hutan Binangun menyimpan jejak permukiman lama yang sudah lama ditinggalkan. Di tengah hutan terdapat beberapa titik makam tua dan sisa‑sisa desa kuno. “Dulu katanya ada desa di tengah hutan itu. Karena penjajahan, warga pindah turun ke sini semua. Makanya di situ ada makam tiga titik, masih ada genteng‑genteng bekas rumah juga,” ujarnya.
Warga setempat juga mengaku kerap mendengar kisah orang luar daerah yang meninggal mendadak di kawasan tersebut. “Kalau orang sini sih nggak ada kejadian begitu. Tapi orang luar kadang ada yang meninggal mendadak di sekitar hutan,” katanya.
Satu hal yang masih menjadi misteri adalah tas milik Sugi yang belum ditemukan. Ia pergi membawa tas berisi arit, kunci, dan stambul. “Sampai sekarang tasnya belum ketemu,” ucap Suyitno.
Kini Sugi sudah kembali ke rumahnya di Desa Binangun. Meski kondisinya membaik, keluarga menyebut ia masih belum sepenuhnya pulih dan masih harus menjalani rawat jalan di RSUD Cilacap. Pencarian terhadap Sugi Triyono (26) Warga Desa Binangun, Kecamatan Bantarsari, Kabupaten Cilacap, akhirnya menghasilkan temuan selamat pada 15 Mei. Ia dilaporkan hilang sejak 10 Mei saat berada di area hutan Desa Binangun. Sejak laporan diterima, Basarnas Kantor SAR Cilacap bersama tim SAR gabungan terus melakukan upaya pencarian di medan hutan yang cukup sulit.
Kasus ini menyoroti tantangan pencarian di kawasan hutan yang tidak sepenuhnya tertutup, serta kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal mistis. Meskipun Sugi berhasil ditemukan dalam kondisi selamat, belum ada penjelasan ilmiah mengapa ia tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan setelah lima hari di hutan. Keluarga dan warga tetap menunggu proses medis dan penyelidikan lebih lanjut.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
