Trump Favorit Ayam KFC, Steak Well-Done, Diet Coke 12 Kaleng
Gambar atau konten salah?
Donald Trump sering menjadi sorotan publik, tidak hanya karena kepemimpinannya tetapi juga kebiasaan makan yang tak biasa. Seorang pria berusia 79 tahun, ia dikenal dengan pilihan makanan yang jarang ditemui orang lain.
Di balik citra pemimpin, ada tiga kebiasaan makan yang menonjol. Pertama, ia makan fast food dengan pisau dan garpu. Pada 3 Agustus 2016, ia memposting foto di platform media sosial yang menampilkan dirinya sedang menikmati seember ayam goreng KFC di dalam pesawat pribadi. Foto tersebut menunjukkan ia memegang ayam dengan pisau dan garpu, sebuah cara yang tidak umum bagi orang yang biasanya memakan ayam goreng dengan tangan.
Keunikan kedua berkaitan dengan steak. Trump lebih suka steak well-done, artinya daging dimasak sampai matang sempurna, bukan medium atau medium well yang lebih juicy. Pada 20 Desember 2019, seorang pegawai restoran mengonfirmasi bahwa Trump sering memesan steak dengan tingkat kematangan ini. Lebih menarik lagi, ia menambahkan saus tomat pada steak tersebut. Saus asam ini biasanya dianggap sebagai condiment yang tidak biasa bagi banyak orang, karena dapat menutupi rasa asli daging.
Ketiga kebiasaan yang paling mencuat adalah konsumsi soda kaleng. Pada tahun 2017, sebuah laporan menyebutkan bahwa Trump dapat meminum 12 kaleng Diet Coke setiap hari. Angka ini menimbulkan perhatian karena soda kaleng mengandung gula atau pemanis buatan yang dapat menimbulkan risiko kesehatan seperti demensia, stroke, migrain, hingga obesitas.
Keputusan makan ini tidak hanya mencerminkan preferensi pribadi, tetapi juga menimbulkan pertanyaan tentang pola hidup sehat. Meskipun tidak semua orang mengikuti pola makan yang sama, kebiasaan ini menunjukkan bahwa gaya hidup seseorang dapat memengaruhi kesehatan jangka panjang.
Secara keseluruhan, kebiasaan makan Donald Trump menonjol karena ketidakwajaran dalam memilih tingkat kematangan steak, penggunaan saus tomat, serta konsumsi soda kaleng dalam jumlah besar. Meskipun tidak ada indikasi bahwa kebiasaan ini secara langsung memengaruhi kebijakan atau keputusan publik, ia tetap menjadi topik yang menarik bagi publik dan media.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
