Trump Hentikan Operasi 'Project Freedom', Blokade Tetap
Gambar atau konten salah?
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan penghentian sementara operasi Project Freedom yang sebelumnya diluncurkan untuk mengawal pelayaran di kawasan Teluk.
Keputusan ini diambil setelah adanya klaim kemajuan menuju kesepakatan dengan Iran. Trump menegaskan bahwa langkah ini juga mempertimbangkan permintaan sejumlah negara, termasuk Pakistan.
Dalam pernyataannya melalui akun Truth Social, Trump menyatakan: “Berdasarkan permintaan Pakistan dan negara-negara lain, keberhasilan militer yang luar biasa yang telah kita raih selama kampanye melawan negara Iran dan, selain itu, fakta bahwa Kemajuan Besar telah dicapai menuju kesepakatan lengkap dan akhir dengan perwakilan Iran, kita telah sepakat bersama,”.
Ia menegaskan bahwa blokade terhadap Iran tetap diberlakukan. Ia menyebut penghentian “Project Freedom” hanya bersifat sementara untuk memberi ruang bagi penyelesaian kesepakatan. “Sementara blokade akan tetap berlaku sepenuhnya, proyek kebebasan (Pergerakan Kapal melalui Selat Hormuz) akan dihentikan sementara untuk jangka waktu singkat untuk melihat apakah Kesepakatan dapat diselesaikan dan ditandatangani,” lanjutnya.
Operasi “Project Freedom” sendiri baru diumumkan pada awal pekan ini dan mulai dijalankan pada Senin, 4 Mei 2026. Tak lama setelah itu, terjadi saling tembak antara militer AS dan Iran yang memicu keraguan terhadap keberlangsungan gencatan senjata.
Meskipun demikian, pejabat pemerintahan Trump menegaskan bahwa gencatan senjata masih berlaku. Mereka juga tetap mempromosikan operasi pengawalan kapal di kawasan Selat Hormuz sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas jalur perdagangan.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio menyebut operasi tersebut sebagai langkah awal menuju pembukaan kembali jalur pelayaran secara penuh.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Pete Hegseth menegaskan bahwa “Project Freedom” berbeda dari operasi militer lainnya di kawasan. “Project Freedom bersifat defensif, terfokus dalam cakupan dan bersifat sementara, dengan satu misi: Melindungi pelayaran komersial yang tidak bersalah dari agresi Iran,” kata Hegseth.
Pada Rabu, 6 Mei 2026, Trump mengumumkan keputusan ini melalui media sosial, menandai perubahan kebijakan sementara dalam konteks hubungan AS-Iran. Operasi ini menandai upaya diplomatik sementara yang masih mengandalkan blokade sebagai alat tekanan.
Keputusan ini menandai langkah pragmatis bagi AS untuk menyeimbangkan tekanan militer dengan upaya diplomatik, sambil menjaga jalur perdagangan tetap aman di Selat Hormuz.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz
