Trump Ungkap Rencana Ambil Minyak Iran di Pulau Kharg

Ayu W. · 2 min baca · 3 bulan lalu · 69 dibaca
Bisik.id
Trump Ungkap Rencana Ambil Minyak Iran di Pulau Kharg

Gambar atau konten salah?

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengungkapkan keinginannya untuk mengambil alih minyak Iran dan mempertimbangkan merebut Pulau Kharg, pusat ekspor utama negara tersebut. “Sejujurnya, hal favorit saya adalah mengambil minyak di Iran, tetapi beberapa orang bodoh di AS mengatakan 'Kenapa Anda melakukan itu?' Mereka orang bodoh,” kata Trump, dilansir pada 30 Maret 2026.

Trump menyamakan langkah ini dengan upaya AS menguasai industri minyak Venezuela setelah penangkapan Presiden Nicolas Maduro pada Januari 2026. Menurutnya, Amerika memiliki banyak opsi, termasuk kemungkinan merebut Pulau Kharg dalam jangka panjang. “Mungkin kita merebut Pulau Kharg, mungkin juga tidak. Kita punya banyak pilihan. Itu juga berarti kita harus berada di sana (di Pulau Kharg) untuk sementara waktu,” tambahnya.

Pulau Kharg adalah pulau karang luas, setara dengan sepertiga ukuran Manhattan, yang terletak sekitar 25 kilometer dari pantai Iran di Teluk Persia. Pulau ini menampung sekitar 90% ekspor minyak Iran dan dikenal sebagai “Pulau Terlarang” karena pengawasan militer ketat. Iran telah lama mengandalkan minyak sebagai tulang punggung ekonominya, mengirim jutaan barel mentah dari ladang utama seperti Ahvaz, Marun dan Gachsaran melalui pipa ke pulau ini setiap hari.

Menurut data, Iran menyuplai sekitar 4,5% minyak global dengan produksi harian 3,3 juta barel minyak mentah dan 1,3 juta barel kondensat dan cairan lainnya. Pulau Kharg telah menjadi tulang punggung ekonomi Iran sejak lama, sebagaimana tercatat dalam dokumen CIA tahun 1984 yang menyebut fasilitas tersebut sebagai yang paling vital dalam sistem minyak negara.

Yair Lapid, pemimpin oposisi Israel, menilai bahwa penghancuran terminal di Pulau Kharg dapat melumpuhkan ekonomi Iran dan menjatuhkan rezim. “Penghancuran terminal tersebut dapat melumpuhkan ekonomi Iran dan menjatuhkan rezim,” ujarnya.

Keputusan Trump menimbulkan pertanyaan luas di kalangan warga AS, sementara pulau strategis ini tetap menjadi titik fokus bagi pertumbuhan ekonomi dan geopolitik regional.

Donald Trumpminyak IranPulau Khargeksport minyakYair LapidGeopolitik regionalVenezuela

Komentar

Memuat komentar...