Tukang Ojek Boyolali Hilang, Polisi Selidiki Lokasi
Gambar atau konten salah?
Seorang tukang ojek di Boyolali dilaporkan hilang setelah mengantar penumpangnya. Kejadian ini sudah dihadiri oleh pihak kepolisian dan saat ini masih dalam penyelidikan Polres Boyolali.
Nama yang hilang adalah Lilik Juliyanto, berusia 53 tahun, warga Dukuh Kawangan RT 1 RW 6 Desa Kragilan, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali. Istrinya mengajukan laporan kehilangan pada 01 April 2026 pukul 18.30 WIB.
Menurut surat keterangan yang beredar di media sosial, Lilik mengojek pada 31 Maret 2026 sekitar pukul 18.30 WIB. Ia meninggalkan rumah untuk mengantar seorang pria yang tidak dikenal ke Dukuh Karangsalam RT 4 RW 3 Desa Trosobo, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Setelah itu, Lilik tidak kembali ke rumahnya.
Wakil polisi menambahkan bahwa pada saat mengantar penumpang, Lilik mengenakan rompi berwarna abu‑abu. Di bagian depan kiri atas saku terdapat logo OLTB (Ojek Lawang Tol Boyolali). Sementara di saku kanan ada bordiran bendera merah putih dan di bagian punggung juga terdapat logo OLTB. Ia memakai sandal jepit.
Hingga sore hari, keluarga belum menemukan Lilik. Akhirnya, mereka melaporkan kasus ini ke Polres Boyolali. Pihak keluarga juga mencatat ciri khas Lilik, yaitu luka keloid di pundak sebelah kanan setinggi jempol tangan.
Baru dilaporkan semalam oleh pihak keluarga, kata Kapolres Boyolali, AKBP Indra Maulana Saputra. Masih diselidiki dengan pihak keluarga, tegas Indra.
Polisi mengajak masyarakat yang menemukan orang dengan identitas dan ciri-ciri tersebut untuk segera melaporkannya ke kantor polisi terdekat atau menghubungi nomor HP pihak keluarga. Hal ini diharapkan dapat mempercepat proses pencarian.
Keputusan polisi masih dalam tahap penyelidikan. Pihak keluarga berharap keberadaan Lilik dapat segera ditemukan. Situasi ini menambah beban bagi keluarga yang menunggu kabar. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan membantu penyelidikan.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
