Tulang Manusia Ditemukan di Tempayan Lembah Napu Poso
Gambar atau konten salah?
Poso – Pada akhir Januari 2026, warga Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur, menemukan satu fragmen tulang manusia di dalam tempayan. Temuan tersebut berada di Lembah Napu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, di dinding bukit tepi jalan. Pihak Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XVIII (BPK) segera menanggapi.
"Waktu kami ke lokasi, kami sudah memberikan pagar pengaman sementara, karena posisi temuan terbuka dan berada di dinding bukit di tepi jalan," ujar Pamong Budaya Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XVIII, Chalid AS kepada wartawan, 29 Maret 2026.
Chalid AS mengaku temuan itu ditemukan oleh warga di Desa Kalemago pada akhir Januari 2026. Pihaknya kemudian mendatangi lokasi dan mengerahkan tim untuk melakukan pemantauan berkala. Kami ke sana (lokasi pada awal Februari 2026). Kami juga sudah mengarahkan tenaga juru pelihara kami di Napu untuk melakukan monitoring berkala terhadap kondisi temuan tersebut," bebernya.
Chalid AS menjelaskan opsi penanganan: "Kami mempertimbangkan menampilkan temuan sebagai display atau museum terbuka. Kemudian memindahkan temuan ke lokasi yang lebih aman seperti museum atau kantor desa serta menimbun kembali temuan yang telah terekspos. Poin 2 dan 3 agak lebih sulit karena kondisi tempayan sudah pecah dan lokasinya rawan longsor. Saat ini kami masih mengoordinasikan langkah-langkah tersebut dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Poso sebagai unsur yang memiliki kewenangan," jelasnya.
BPK mengidentifikasi satu dari dua tempayan yang ditemukan berisi tulang manusia, meski jumlahnya hanya satu fragmen. Chalid menyebut jenis peninggalan tersebut merupakan kuburan tempayan yang cukup banyak ditemukan di wilayah Lore.
"Masih terlalu spekulatif untuk menentukan usia pasti temuan, karena harus melalui kajian lebih lanjut. Namun, tradisi penguburan menggunakan tempayan diketahui telah berlangsung sejak ribuan tahun lalu," katanya.
BPK Wilayah XVIII masih berkoordinasi dengan instansi terkait guna memastikan langkah penanganan yang tepat untuk menjaga kelestarian situs sekaligus meminimalkan risiko kerusakan akibat kondisi geografis lokasi.
Dalam video terlihat sejumlah tulang belulang berada di dalam wadah berbentuk tempayan. Tulang belulang itu disebut peninggalan zaman purba.
Temuan ini menegaskan bahwa praktik penguburan dengan tempayan telah berlangsung lama di wilayah Lore, dan menyoroti pentingnya koordinasi lintas instansi untuk melindungi situs bersejarah di daerah rawan longsor.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
