Tumbler Jadi Wadah Makanan Berkuah, Tren Gen Z Menggoda

Sinta R. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 82 dibaca
Bisik.id
Tumbler Jadi Wadah Makanan Berkuah, Tren Gen Z Menggoda

Gambar atau konten salah?

Tumbler yang biasanya dipakai untuk minum, seperti air putih atau kopi, kini semakin sering ditemui di tangan warga Indonesia yang menggunakannya untuk membungkus makanan berkuah. Dari seblak hingga bakso, tren ini menandai perubahan gaya hidup generasi Z dan masyarakat urban yang mengutamakan kemudahan serta pengurangan sampah plastik sekali pakai.

Awalnya, fungsi tumbler jelas: wadah minuman berisi air, kopi, teh, atau minuman lainnya. Namun, seiring waktu, banyak orang mulai memanfaatkannya sebagai wadah makanan. Stainless steel atau kaca yang biasa dipakai tumbler mampu menahan suhu panas maupun dingin dalam jangka waktu lama, sehingga cocok untuk menyimpan kuah.

Tren ini pertama kali muncul di platform TikTok. Pengguna @snapysangpencetak membagikan video di mana ia mampir ke warung seblak. Setelah seblak matang, ia tidak menyajikannya di mangkuk, melainkan menaruhnya di tumbler berukuran besar, sekitar 700–1 liter, dengan desain pita yang menarik. Video tersebut menampilkan seblak yang dikemas di dalam tumbler, menandai perubahan fungsi alat tersebut.

Netizen lain juga ikut meramaikan tren ini. Akun @prlymoon membeli bakso yang dibungkus dalam tumbler. Ia mengunggah reaksinya saat menikmati bakso di dalam tumbler tersebut. Cara makan yang ia lakukan sederhana: membuka tutup tumbler, lalu menggunakan sendok dan garpu biasa. Ia menegaskan bahwa tumbler membantu menjaga kuah bakso tetap panas lebih lama.

Video-video tersebut memicu komentar beragam. Seorang netizen mengomentari, “Aduhh ada aja gebrakannya huhu.” Sementara yang lain menambahkan, “Biar awet panas, jenius.” Ada juga netizen yang sudah terbiasa menggunakan tumbler untuk makanan berkuah. Mereka mengaku pernah membawa tongseng atau rawon di tumbler saat bepergian jauh. Salah satu komentar yang populer adalah, “Gue pernah, masukin tongseng beli di Boyolali terus gue makan di Surabaya, trus gue beli rawon, gue makan pas udah sampe kosan. Buat perjalanan jauh, seadanya, pengin anget. Thanks tumbler.

Meski tumbler umumnya terbuat dari stainless steel atau kaca, ia juga dilengkapi fitur isolasi termal. Fitur ini memungkinkan tumbler menjaga suhu air atau makanan di dalamnya, sehingga makanan berkuah tetap panas atau dingin untuk waktu yang lama. Namun, tidak semua orang setuju dengan penggunaan tumbler untuk makanan. Beberapa netizen berpendapat bahwa makanan lebih cocok disimpan dalam wadah termos.

Perbandingan antara termos dan tumbler memang ada. Termos biasanya dirancang khusus untuk menyimpan makanan, dengan lapisan vakum ganda yang menjaga suhu. Sementara tumbler lebih sering dipakai untuk minuman. Meskipun keduanya memiliki fungsi isolasi, termos memiliki desain yang lebih fokus pada makanan. Seorang netizen menegaskan, “Merek termos juga kan ada yg buat taruh makanan biar tetep anget. Ini kenapa harus pake tumbler,” menekankan perbedaan fungsi.

Di sisi lain, ada peringatan mengenai penggunaan tumbler untuk makanan berkuah. Seorang netizen mengingatkan agar lebih selektif memilih bahan tumbler. Makanan yang tinggi garam atau asam dapat memicu reaksi kimia yang mempercepat korosi pada lapisan stainless steel. Akibatnya, botol dapat rusak dan ada risiko melarutkan logam berat ke dalam makanan, yang dapat mengganggu kesehatan. (aqr/adr)

Tren ini menandakan perubahan perilaku konsumen yang lebih kreatif dalam menggunakan barang sehari-hari. Meskipun tumbler tidak dirancang khusus untuk makanan, banyak orang menemukan cara praktis untuk memanfaatkannya. Penggunaan tumbler untuk seblak, bakso, tongseng, atau rawon menunjukkan fleksibilitas alat tersebut dan juga kesadaran akan pengurangan sampah plastik.

Di balik popularitasnya, tumbler tetap menjadi pilihan yang nyaman. Dengan kapasitas besar dan desain menarik, ia memudahkan orang membawa makanan berkuah ke mana pun mereka pergi. Namun, penting bagi pengguna untuk memperhatikan bahan dan kondisi tumbler, agar tidak menimbulkan risiko kesehatan. Dengan kesadaran ini, tren tumbler sebagai wadah makanan berkuah bisa terus berkembang tanpa mengorbankan keselamatan konsumen.

tumblermakanan berkuahgenerasi Zpengurangan sampah plastikTikTokstainless steelisolasi termaltermos

Komentar

Memuat komentar...