Turki Nikmati Makanan Kaki Lima di Batam Seharga Rp25.000
Gambar atau konten salah?
Yusuf, seorang bule asal Turki, berkeliling Batam pada 02 Mei 2026 dan memutuskan untuk mencicipi makanan kaki lima setempat. Ia menayangkan perjalanan tersebut di channel YouTube Smile Guys, menambah sorotan bagi penonton yang tertarik dengan budaya kuliner Indonesia.
Di sebuah jalan raya yang dipenuhi warung, Yusuf menelusuri kedua sisi jalan. Di kiri dan kanan, penjual makanan kaki lima menampilkan berbagai hidangan: pisang goreng, tahu goreng, dan lain‑lain. Ia akhirnya berhenti di sebuah warung kecil yang menawarkan gorengan.
Yusuf memutuskan membeli satu porsi pisang goreng dan satu porsi tahu goreng. Namun, saat ia hendak membayar, penjual tidak mengerti bahasa Inggris. Untungnya, penjual di sebelahnya dapat berkomunikasi dalam bahasa Inggris, sehingga transaksi berjalan lancar.
Harga yang dibayarkan Yusuf adalah Rp 5.000 untuk tiga buah tahu goreng dan Rp 15.000 untuk satu porsi pisang goreng topping cokelat keju. Ia juga membeli segelas es cokelat seharga Rp 5.000 dari ibu penjual yang membantu proses pembayaran.
Setelah menghitung total, Yusuf terkejut dengan harga yang terjangkau. Ia berkata, “Semua ini biayanya hanya Rp 25.000. Itu sangat murah, tapi rasa yang penting bagiku.”
Yusuf sangat senang ketika tahu gorengnya diberi cabe rawit. Ia menyukai rasa pedas tersebut, sehingga ia tampak menikmati setiap gigitannya. Ketika mencoba pisang goreng, ia juga terlihat puas, namun ia memberi peringatan, “Ini terlalu banyak gula, jadi aku serius kalau kamu penderita diabetes jangan mengikuti aku.”
Saat hendak pulang, pemilik warung menahan Yusuf dan memberi seporsi sate taichan secara gratis. Yusuf merasa terharu dengan sikap tersebut. Ia mengungkapkan, “Pemilik sate taichan memberi saya makanan gratis. Inilah warga lokal Indonesia yang sangat peduli terhadap orang asing dan kemanusiaan.”
Sate taichan yang disajikan dengan sambal melimpah menjadi pengalaman pertama Yusuf mencicipi hidangan tersebut. Ia menilai, “Kamu tahu jadi ini bagi saya berbeda, tetapi rasanya enak.”
Pengalaman Yusuf di Batam menunjukkan betapa sederhana dan murahnya kuliner kaki lima di Indonesia. Meskipun ia menghadapi kendala bahasa, bantuan penjual lain dan sikap ramah pemilik warung membuat perjalanan kuliner ini menjadi kenangan positif bagi seorang turis asing.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Harga Batu Bara Juli 2026 Naik di Sebagian Besar Kategori
Iran Minta Houthi Siap Tutup Laut Merah, Dua Jalur Minyak Terancam
Pertamina Bantah Keras Transporter Mogok Salurkan BBM
Penjualan Batu Bara Sitaan Negara Raup Rp20 Miliar
Antrean SPBU Sumut Mulai Normal, Stok BBM Aman
Antrean BBM di Medan Mulai Terurai
Harga Minyak RI Anjlok Drastis ke US$83,45 per Barel
Serangan Iran di Selat Hormuz, Lalu Lintas Kapal Anjlok
MSCI Perketat Aturan Saham 'Murah' Mulai Agustus 2026