Ube, Umbi Ungu Filipina, Beda dari Talas dan Ubi
Gambar atau konten salah?
Ube, umbi yang sering dipakai buat dessert modern, lagi naik daun. Banyak orang masih bingung, kalau ube itu sama dengan ubi ungu atau talas. Padahal, ube punya ciri khas sendiri.
Ube dikenal sebagai purple yam dengan nama ilmiah Dioscorea alata. Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara dan sudah lama menjadi bahan makanan tradisional di Filipina.
Warna ungu cerah ube bukan hasil pewarna buatan. Senyawa alami yang disebut antosianin memberi warna ini. Karena warnanya yang menarik, ube sering dipakai sebagai pewarna alami dan jadi bahan “Instagramable” di banyak dessert.
Rasa ube unik. Lebih manis dan lembut dibanding umbi lain. Ada sentuhan kacang dan aroma vanilla yang membuatnya cocok dipakai di kue, es krim, dan minuman. Beberapa orang bahkan membandingkannya dengan kombinasi rasa vanilla dan pistachio.
Walaupun sering disamakan, ube berbeda dengan talas dan ubi ungu. Ube biasanya lebih manis dan creamy, sementara talas lebih netral dan sering dipakai di hidangan gurih. Ubi ungu biasanya lebih padat dan kering. Perbedaan ini penting, karena memengaruhi rasa dan tekstur masakan.
Di Filipina, ube sudah menjadi ikon kuliner. Hidangan tradisional seperti ube halaya (selai ube), es krim ube, dan kue-kue manis masih sangat populer. Seiring waktu, penggunaan ube meluas ke donat, latte, dan pancake modern. Bahkan, ube kini sudah dikenal di luar Filipina.
Selain enak, ube juga bergizi. Umbi ini mengandung karbohidrat sehat, serat, vitamin, dan antioksidan. Namun, banyak olahan dessert ube tinggi gula. Jadi, konsumsi ube sebaiknya tetap bijak. Pilihan yang lebih sehat adalah memakan ube dalam bentuk utuh.
Berikut 6 fakta ube yang sering diperdebatkan:
- Umbi asli Asia Tenggara, Dioscorea alata.
- Warna ungu alami berasal dari antosianin.
- Rasa manis, lembut, dengan nuansa vanilla.
- Berbeda dengan talas (netral) dan ubi ungu (padat).
- Ikon kuliner Filipina, digunakan di dessert tradisional.
- Rendah kalori, tinggi serat, dan antioksidan.
Ube memang populer, tapi tetap penting memahami perbedaan dengan umbi lain. Dengan pengetahuan ini, kita bisa memilih bahan yang tepat untuk resep dan menikmati keunikan rasa ube.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
