Ube Ungu Filipina Menjadi Tren Baru, Gantikan Matcha
Gambar atau konten salah?
Tren kuliner terus berubah. Sekarang, minuman dan makanan yang dulu dipuji karena matcha mulai digantikan oleh bahan baru, yaitu ube, umbi ungu dari Filipina.
Matcha, bubuk teh hijau Jepang, telah mendominasi pasar makanan dan minuman di Asia. Banyak kafe bermunculan, menawarkan minuman matcha berkualitas premium hingga ceremonial grade. Namun, keunikan rasa dan warna ube mulai menarik perhatian para pecinta kuliner.
Ube berasal dari Filipina dan sudah lama menjadi bahan penting dalam hidangan lokal, seperti selai, kue, dan es krim. Rasa ube dikenal lembut, manis alami, sedikit nutty, dan aromanya menyerupai vanila. Kombinasi rasa dan warna ini membuat ube mudah diterima di pasar internasional.
Popularitas ube meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Di Amerika Serikat, lebih dari setengah ekspor ube Filipina dikirim ke negara tersebut. Tercatat lebih dari 300 metrik ton ubi dikirim dalam sembilan bulan pertama tahun 2025. Pada musim semi 2026, Starbucks di Inggris menamai ube sebagai tren rasa dan warna.
Beberapa jaringan kafe besar di Inggris mulai menambahkan menu berbasis ube. Pret, misalnya, merilis Ube Brûlée Latte edisi terbatas. Costa menawarkan Sweet Ube Hot Chocolate dan Sweet Ube Frappe. Starbucks meluncurkan berbagai minuman ube, seperti Ube Vanilla Velvet Latte, Ube Matcha, Ube Macchiato, dan Ube Frappuccino.
Perwakilan Starbucks menyebut bahwa respons konsumen terhadap rasa ube cukup positif, terutama karena karakter rasanya yang manis lembut dan tampilan warnanya yang menarik.
Tren ube tidak hanya terbatas di Amerika dan Inggris. South China Morning Post mencatat banyak kafe di Korea Selatan menyajikan minuman dan kue berbahan ube.
Namun, kenaikan permintaan juga menimbulkan kekhawatiran. Petani ube di Filipina kesulitan memenuhi kebutuhan pasar. Produksi ube, yang sebagian besar berasal dari lahan kecil, terdampak perubahan iklim dan keterbatasan sumber daya, sehingga hasil panen menurun dalam dua tahun terakhir.
Ube kini menjadi tren baru yang menggantikan popularitas matcha di dunia kuliner. Popularitasnya yang cepat menembus pasar internasional menunjukkan betapa bahan lokal dapat bertransformasi menjadi produk global. Namun, tantangan bagi petani dan keberlanjutan produksi masih menjadi fokus utama bagi para pelaku industri.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Es Krim Baltic Tutup Setelah 87 Tahun
Argentina vs Inggris: Bukan Cuma di Lapangan, Juga di Pastry
PM Hungaria Terima 90 Mangga dari Pakistan, Simbol Diplomasi
Workshop Kotak Bunga Korea: Kado Personal Buatan Sendiri
Wisatawan RI Didenda Rp385 Ribu Bawa Bakso di KLIA
5 Tempat Ayam Bakar Enak di Jakarta, Mulai Rp23.000
