Uda Dian Bagikan 5 Tips Rendang Sukses di Idul Adha

Agus P. · 3 min baca · 1 bulan lalu · 76 dibaca
Bisik.id
Uda Dian Bagikan 5 Tips Rendang Sukses di Idul Adha

Gambar atau konten salah?

Rendang menjadi hidangan andalan saat Idul Adha. Banyak orang memilih daging kurban untuk membuat rendang karena daging tersebut awet dan mudah disimpan. Chef spesialis Minang, Dian Anugrah—yang akrab dipanggil Uda Dian—menjelaskan bahwa membuat rendang tidak sesulit yang dibayangkan. Pada 22 Mei 2026, Uda Dian berbagi lima hal penting agar rendang tidak gagal.

1. Pilih potongan daging yang tepat

Untuk pemula, memilih bagian daging sapi yang tepat sangat menentukan. Uda Dian menyarankan menggunakan daging sapi bagian sengkel karena teksturnya lebih padat dan memerlukan waktu lama hingga empuk. “Pilih daging sengkel karena butuh waktu sekitar 4‑5 jam untuk lembut,” ujarnya. Jika menggunakan bagian daging lain yang lebih lunak, sebaiknya dimasukkan saat santan mulai mengeluarkan minyak agar teksturnya tidak cepat hancur dan bumbu tetap meresap sempurna.

2. Gunakan santan dari kelapa tua

Selain daging, kualitas santan juga sangat menentukan hasil akhir rendang. Uda Dian menolak penggunaan santan instan karena rasanya berbeda dengan santan segar. Ia merekomendasikan santan dari kelapa tua, karena kandungan minyaknya lebih tinggi dan menghasilkan rendang yang lebih harum serta tahan lama. Perbandingan idealnya, 1 kilogram daging menggunakan santan dari 5 butir kelapa tua. “Santan kelapa tua menghasilkan minyak alami yang dibutuhkan saat memasak rendang,” jelasnya. Santan yang baik juga membuat warna rendang lebih cantik dan bumbu semakin pekat.

3. Pilih cabai segar agar rendang lebih sedap

Racikan cabai menjadi salah satu kunci utama kelezatan rendang khas Minang. Uda Dian menjelaskan bahwa kualitas cabai giling sangat memengaruhi rasa akhir rendang. Ia menyarankan membeli cabai segar di pasar lalu menggilingnya sendiri agar rasa dan aromanya tetap maksimal. “Kalau cabai giling sudah berbuih atau aromanya asam, berarti sudah tidak segar,” ujarnya. Cabai yang tidak segar bisa membuat rasa rendang menjadi kurang nikmat. Ia juga menyarankan mencampurkan cabai rawit hijau dengan perbandingan 1:10 untuk menghasilkan rasa pedas khas Sumatera Barat yang lebih kuat. Hindari penggunaan cabai merah kering karena rasa dan aromanya dianggap kurang sedap dibanding cabai segar.

4. Masak rendang selama 6‑7 jam

Rendang terkenal sebagai makanan yang membutuhkan waktu memasak panjang. Menurut Uda Dian, proses memasak selama 6‑7 jam menjadi salah satu rahasia utama menghasilkan rendang dengan warna cokelat gelap dan aroma rempah yang kuat. Jika dimasak terlalu cepat, rendang biasanya akan tampak pucat dan bumbunya kurang meresap. “Warna cokelat kehitaman rendang tidak akan muncul kalau dimasak sebentar,” jelasnya. Proses memasak perlahan membuat santan dan bumbu berubah menjadi minyak alami yang menyelimuti daging. Untuk tingkat kepedasan, pemula bisa menyesuaikan jenis cabai sesuai selera. Semakin lama dimasak, maka tekstur daging akan semakin empuk dan rasa rendang menjadi lebih kaya serta autentik khas Minang.

5. Gunakan wajan tebal dan api kecil

Kesalahan yang sering dilakukan pemula saat memasak rendang adalah memakai wajan tipis dan api terlalu besar. Akibatnya, rendang mudah lengket bahkan gosong di bagian bawah. Uda Dian menyarankan menggunakan kuali besi atau wajan dengan ketebalan minimal 0,5 sentimeter agar panas tersebar merata selama proses memasak. “Rendang itu masuk kategori slow cooking, jadi harus sering diaduk dan tidak boleh ditinggal,” kata Uda Dian. Ia juga menekankan pentingnya menggunakan api sedang hingga kecil, terutama saat kuah santan mulai mengental dan memasuki tahap kalio. Pada tahap ini rendang harus terus diaduk perlahan agar bumbu matang sempurna, tidak pecah, dan hasil akhirnya tetap lembut tanpa gosong.

Dengan mengikuti kelima tips di atas, pemula dapat membuat rendang yang empuk, berwarna hitam pekat, dan aromanya menggugah selera. Rendang bukan sekadar masakan, melainkan juga tradisi yang melekat pada perayaan Idul Adha. Memasak rendang memerlukan kesabaran dan perhatian terhadap detail, namun hasilnya sepadan dengan usaha yang dikeluarkan. Selama proses memasak, penting untuk memantau suhu dan konsistensi kuah, serta menyesuaikan bumbu agar tetap seimbang. Rendang yang matang dengan baik akan memiliki daging yang lembut, bumbu yang meresap, dan aroma rempah yang kuat, mencerminkan cita rasa Minang yang autentik.

rendangdaging sapisantan kelapa tuacabai segarwaktu memasak 6-7 jamwajan tebalapi kecil

Komentar

Memuat komentar...