UI Gandeng HKUST, CUHK Fokus pada Alat Medis dan Tropis
Gambar atau konten salah?
Universitas Indonesia (UI) menandatangani kerja sama baru dengan Hong Kong University of Science and Technology (HKUST) dan Chinese University of Hong Kong (CUHK). Perjanjian ini menandai langkah strategis UI dalam memperluas jaringan internasionalnya di kawasan Asia.
Rencana kolaborasi mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, penyusunan proposal riset bersama, serta pengembangan program double degree. Fokus utamanya adalah pada bidang tropical disease dan medical devices, dua sektor yang semakin penting di tengah tantangan kesehatan global.
Prof Heri Hermansyah, rektor UI, menyebut pendekatan ini bukan hal baru. Sebelumnya, UI telah menjalin kerja sama riset dengan University of Oxford dalam uji klinis vaksin TBC. Proyek tersebut berhasil memperoleh pendanaan hingga 20 juta dolar AS dari Bill & Melinda Gates Foundation, menegaskan kemampuan UI dalam mengelola riset berskala internasional. Model kerja sama ini kini ditawarkan kepada HKUST dan CUHK.
“Pengalaman UI dalam kolaborasi internasional menunjukkan bahwa sinergi lintas negara mampu menghasilkan riset berkualitas tinggi dan berdaya guna. Kami optimistis, kemitraan UI dengan Hong Kong University of Science and Technology dan Chinese University of Hong Kong akan membuka lebih banyak peluang bagi mahasiswa, dosen, serta peneliti untuk berkembang di ekosistem global,” ujar Prof Heri dalam keterangannya, Jumat, 24 April 2026.
Perkataan tersebut menegaskan keyakinan UI bahwa kolaborasi lintas negara dapat memperluas cakrawala akademik dan riset. Peringkat UI yang kini berada di posisi 189 dunia versi QS World University Rankings menjadi sinyal bahwa universitas ini semakin kompetitif di panggung global.
Bagi HKUST dan CUHK, yang masing-masing berada di jajaran universitas top 50 dunia, UI dipandang sebagai mitra yang relevan, khususnya untuk memperluas pengalaman mahasiswa mereka di kawasan Asia Tenggara.
HKUST dikenal sebagai universitas riset modern dengan kekuatan di bidang sains, teknologi, dan bisnis. Berdiri pada 1991, institusi ini memiliki ekosistem inovasi yang kuat, didukung puluhan pusat riset dan kolaborasi erat dengan industri. Sementara itu, CUHK menawarkan pendekatan unik dengan sistem kolese dan pendidikan bilingual, serta keunggulan riset di bidang biomedis dan kecerdasan buatan.
Salah satu bentuk konkret yang tengah dijajaki adalah program joint degree dan double degree dengan berbagai skema seperti 3+1 dan 4+0. Skema ini memungkinkan mahasiswa menempuh studi di lebih dari satu negara dan memperoleh gelar dari dua universitas sekaligus, sebuah nilai tambah dalam dunia kerja global.
Lebih dari sekadar mobilitas akademik, kerja sama ini menunjukkan bahwa perguruan tinggi lebih mengutamakan kolaborasi daripada sekadar bersaing. Universitas Indonesia menjadi bagian dari jaringan global untuk mencari solusi atas berbagai tantangan dunia.
Melalui langkah ini, UI memperkuat perannya sebagai penghubung antara Indonesia dan dunia, sekaligus membawa isu seperti tropical disease dan medical devices ke tingkat internasional agar memberi manfaat yang lebih luas.
Dengan menandatangani perjanjian ini, UI menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jaringan riset dan pendidikan. Kerja sama ini tidak hanya membuka pintu bagi mahasiswa dan dosen, tetapi juga menempatkan Indonesia di posisi strategis dalam kolaborasi ilmiah global.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu
Berita Terbaru
Prabowo Pilih Maung Mahal Demi Industri Dalam Negeri
Prabowo Akan Luncurkan Motor Listrik Nasional
Prabowo Resmikan Proyek LNG Masela, Tunggu 28 Tahun
Stok BBM Nasional Aman 14-40 Hari
PLN Diskon Tambah Daya 50% Sambut Tahun Ajaran Baru
Iran Ancam Hentikan Ekspor Energi Timur Tengah
Pemerintah Tetapkan 60% Gas Blok Masela untuk Domestik
Antrean BBM di Medan Kembali Normal
Prabowo Target Bangun 50 Pabrik Etanol Demi BBM Campur
Irak-Suriah Hidupkan Pipa Minyak Alternatif Hormuz