Ular Piton 2,5 Meter Tersangkut di Selokan Rumah, Mati
Gambar atau konten salah?
Di selokan kamar mandi warga di Desa Jatikuwung, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, ditemukan bangkai ular piton berukuran 2,5 meter. Penemuan terjadi ketika pemilik rumah, Oka, membongkar saluran air yang tidak berfungsi.
Menurut Janu Wahyu, Ketua Umum Exalos Indonesia, ular piton tersebut pertama kali terlihat melintas permukiman pada Rabu (15 April 2026) malam. Ia mengatakan ular segera bersembunyi di selokan dan masuk ke pipa pembuangan air.
"Pemilik rumah dan warga sempat menarik ekor ular tersebut yang tersangkut di pipa pembuangan air, tapi ular tidak bisa dikeluarkan," kata Janu saat dihubungi pada Kamis (16 April 2026). Karena takut terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, pemilik rumah memanggil Exalos Indonesia untuk membantu evakuasi.
Setelah dicek, ternyata pipa harus dibongkar agar ular bisa dikeluarkan. Proses evakuasi baru dimulai malam tadi karena pemilik rumah kesulitan menemukan tukang bongkar bangunan. Setelah ruang berhasil dibuka, ular piton berhasil dikeluarkan dan ditemukan mati.
"Ular piton habis makan, sehingga tersangkut di pipa. Saat berhasil dievakuasi, dalam kondisi mati," ucap Janu. Ia menambahkan proses evakuasi memakan waktu sekitar 1,5 jam karena harus melakukan pembongkaran kamar mandi terlebih dahulu.
Jenis ular yang terlibat adalah sanca kembang, panjangnya 2,5 meter. Kejadian ini menyoroti risiko ular besar yang dapat terjebak di saluran pembuangan di daerah permukiman.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
Berita Terbaru
Bahlil Bantah Pemadaman Listrik Terkait Pasokan Batu Bara
Harga Minyak US$100 Per Barel, Masyarakat Berbondong Beralih ke BBM Subsidi
Bahlil Buka Suara soal Badan Usaha Khusus Migas Baru
Bahlil soal Impor Migas: Cari Pemasok Termurah
Pemerintah Dorong Program B50 Berhasil, Kini Siap Kembangkan E50
Presiden Kirim Surat ke DPR untuk Bahas RUU Migas
Pemerintah Hidupkan 45.000 Sumur Rakyat dan Sumur Tua
Proyek Sampah Jadi Listrik Bogor Raya 1 Mulai Dibangun
Pertamina Percepat Produksi Migas Demi Target 1 Juta Barel
Pertamina EP Buka Suara soal Kasus BUMD Bekasi
