Ular Sanca Tertangkap di Kios Daging Ayam, Tim Damkar Cepat
Gambar atau konten salah?
Di pagi hari Kamis, 21 Mei 2026, Ikin berusia 40 tahun sedang menyiapkan kios daging ayamnya di Desa Dukuhlor, Kecamatan Sindangagung, Kabupaten Kuningan. Pukul 05.00 WIB, ia memulai rutinitasnya, menjemput rezeki di balik meja potong ayam. Suasana pagi masih tenang, udara segar menenangkan sebelum aktivitas memuncak.
Namun ketenangan itu terputus ketika Ikin melangkah ke ruang belakang kios. Ia tidak menemukan tumpukan barang atau peralatan dagang, melainkan sebuah pemandangan yang membuat bulu kuduk berdiri. Seekor ular sanca batik berukuran besar melingkar di area peternakan warga, tampak sedang melahap seekor entok. Kejutan tak terduga membuat Ikin kaget, tak percaya apa yang ia lihat.
Dalam keadaan panik namun tetap waspada, Ikin segera mengambil ponsel untuk memotret ular tersebut. Tanpa menunda, ia menghubungi UPT Pemadam Kebakaran Satpol-PP Kabupaten Kuningan, meminta bantuan evakuasi sebelum ular seberat 6 kilogram menimbulkan bahaya bagi warga sekitar.
“Ular pertama kali diketahuinya sekitar pukul 05.00 WIB ketika Ikin akan membuka kios. Dirinya kaget ternyata ada Ular yang sedang memakan Entog di ruangan belakang kiosnya. Karena takut membahayakan kemudian pelapor langsung melaporkan keberadaan Ular tersebut ke UPT Pemadam Kebakaran Satpol-PP Kuningan untuk meminta bantuan penanganan evakuasi,” tutur Kepala UPT Damkar Kuningan, Andri Arga Kusuma.
Menanggapi laporan tersebut, Damkar Kuningan segera menerjunkan empat personel ke lokasi kejadian. Petugas menghadapi medan yang cukup sulit. Ular sepanjang 1,5 meter meringkuk di area kandang ternak yang sangat sempit, membuat ruang gerak petugas terbatas. Ketegangan memuncak ketika petugas harus berjibaku dengan hati-hati agar tidak memicu agresivitas ular di ruang sempit tersebut. Namun, berkat keahlian dan kesigapan tim, dalam waktu 5 menit ular sanca tersebut berhasil diamankan dan dimasukkan ke dalam karung.
“Ular memiliki panjang 1,5 meter. Untuk beratnya diperkirakan sekitar 6 kilogram. Hambatannya ular berada di area kandang yang sangat sempit sehingga petugas harus berhati-hati. Asal ular diduga berasal dari area belakang kios sekaligus peternakan yang juga merupakan area kebun dan ada sungai yang cukup besar,” tutur Arga.
Pasca kejadian ini, Damkar Kuningan mengimbau masyarakat untuk selalu menjaga kewaspadaan. Kehadiran ular di pemukiman sering dipicu oleh pencarian sumber makanan. Kebersihan lingkungan menjadi kunci utama untuk mencegah teror serupa terulang kembali. Masyarakat disarankan untuk tidak membiarkan sampah atau tumpukan barang bekas menumpuk yang bisa menjadi sarang mangsa ular. Menutup setiap lubang akses masuk serta menggunakan wewangian menyengat yang tidak disukai reptil, seperti kapur barus, menjadi langkah preventif yang sangat dianjurkan demi keamanan bersama.
Peristiwa ini menegaskan pentingnya kewaspadaan dan kebersihan lingkungan di daerah pedesaan. Ular yang ditemukan di area peternakan dapat menimbulkan risiko bagi warga jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Penanganan yang profesional oleh petugas Damkar Kuningan berhasil mengurangi potensi bahaya, sekaligus memberikan pelajaran bagi masyarakat untuk lebih menjaga kebersihan dan keamanan lingkungan sekitar.
Komentar
Memuat komentar...
Terkait
SDN 2 Salakaria: 32 Murid, 8 Guru, Semangat Belajar Tak Padam
Tasikmalaya Siaga Darurat Kekeringan hingga September
Petani Indramayu Bangga Garap Sawah, Biayai Kuliah Anak Hingga Sarjana
Dedi Mulyadi Temukan 11 Perusahaan Kapur Ilegal di Cipatat
Kebakaran di Ciamis Hanguskan Bangunan Berisi Enam Usaha
Belasan ASN di Pangandaran Bercerai, Judi Online Jadi Pemicu